Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petani DIY Diimbau segera Ikut Asuransi Usaha Tani Padi

📅 Sabtu, 02 Mar 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani DIY Diimbau segera Ikut Asuransi Usaha Tani Padi Doc: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Ket. Petani menanam padi di area persawahan Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (17/6/2023).

Yogyakarta - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau petani di wilayah ini segera mendaftar program perlindungan asuransi usaha tani padi (AUTP) untuk mengantisipasi kerugian akibat dampak bencana selama musim hujan.

"Karena sekarang masih musim hujan dengan curah hujan tinggi, bagi petani yang lahannya berada di wilayah rawan banjir untuk segera mendaftar," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan DPKP DIY Andi Nawa Candra di Yogyakarta, Jumat.

Menurut Andi, AUTP sangat penting untuk mengantisipasi potensi gagal panen akibat terendam banjir menjelang puncak musim hujan.

Pada 2024, DPKP DIY memperoleh alokasi AUTP dengan sasaran seluas tidak kurang 1.000 hektare lahan sawah atau lebih rendah dibanding 2023 yang mencapai 2.500 hektare lahan sawah.

"Seandainya 1.000 hektare sudah terpenuhi tapi masih ada petani yang membutuhkan, maka kami bisa mintakan ke pusat untuk ditambah," ujar dia.

Asuransi usaha tani padi itu, menurut dia, menjadi salah satu sarana pemerintah membantu petani agar tidak mengalami banyak kerugian saat musim kemarau, terendam banjir, atau diserang hama atau organisme pengganggu tanaman (OTP).

Menurut dia, petani yang hendak mendaftar asuransi dapat melalui dinas pertanian di masing-masing kabupaten melalui kelompok tani berikutnya akan dicek lokasi dan lahan pertanian yang dimiliki.

Hingga saat ini, Andi mengatakan masih mendata jumlah petani di seluruh kabupaten yang mulai mendaftar asuransi tersebut.

Agar terhindar dari gagal panen, dia mengimbau para petani mulai memilih menggunakan benih-benih padi unggul yang tidak mudah roboh saat terkena hujan, banjir, maupun angin kencang.

"Untuk yang lahannya tadah hujan supaya menggunakan pompa air dan sumur-sumur bor yang ada, kemudian mengamati tanamanya karena saat pergantian musim seperti ini biasanya ada hama penyakit sehingga perlu diamati setiap saat," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.