Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sabuk Kuiper Lebih Luas dari yang Diperkirakan

📅 Kamis, 29 Feb 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Sabuk Kuiper Lebih Luas dari  yang Diperkirakan Doc: afp/ HO / various sources

Wilayah Sabuk Kuiper ternyata tidak seperti yang digambarkan selama ini. Hasil penginderaan wahana antariksa New Horizon, sabuk lebih luas membentang miliaran kilometer jauh dari yang diperkirakan.

Sabuk Kuiper (Kuiper belt) adalah sebuah wilayah di tata surya yang berada di sekitar orbit Neptunus. Menurut penghitungan yang ada sekarang ini, jaraknya antara sekitar 30 satuan astronomi (SA) sampai jarak 50 SA dari Matahari. Objek-objek di dalam sabuk Kuiper ini disebut sebagai objek trans-Neptunus.

Wilayah ini ditemukan pertama kali oleh Frederick C Leonard pada 1930 dan Kenneth E Edgeworth tahun 1943. Pada 1951, Gerard Kuiper mengemukakan bahwa sabuk tersebut merupakan sumber dari komet berumur pendek atau komet yang memiliki periode orbit kurang dari 200 tahun.

Atas kontribusi keduanya, wilayah tersebut dinamakan Sabuk Kuiper-Edgeworth, dinamai menurut kedua nama astronom tersebut. Mereka secara independen mengusulkan keberadaan sebuah wilayah yang mengorbit Matahari berisi debu kosmik berukuran kecil itu.

Sabuk dan objek-objek di dalamnya dinamai sesuai dengan nama Kuiper setelah penemuan (15760) 1992 QB1, nama untuk sebuah objek trans-Neptunus. Seperti objek trans-Neptunus pada umumnya, benda ini mengorbit Matahari dari jarak yang lebih jauh di luar garis orbit planet itu.

Saat ini pada ilmuwan menemukan wawasan baru tentang Sabuk Kuiper. Misi NASA melalui wahana antariksa New Horizons yang menemui Pluto pada 2015, kini telah melintasi wilayah terdalam dari Sabuk Kuiper. Wahana yang diluncurkan pada 19 Januari 2006 tersebut menghadapi badai debu kosmik. Hal ini yang mengisyaratkan mungkin ada lebih banyak hal yang terjadi di bagian terluar tata surya daripada yang dibayangkan selama ini.

Luar angkasa dipenuhi debu yang terbentuk dari partikel-partikel kecil yang berukuran mikron atau sepersejuta meter. Sebagian besar materi kecil di tata surya itu merupakan sisa sisa pembentukan planet, yang merupakan peristiwa yang menyebabkan banyak benda saling bertabrakan.

Saat ini, debu purba ini tercecer dari permukaan asteroid dan komet akibat tumbukan mikro meteorit. Kandungannya memunculkan "cahaya Zodiak" yang penuh teka-teki. Material ini meluas hingga ke wilayah terjauh tata surya. Para astronom masih belum sepenuhnya yakin dimana titik batas akhir dari Sabuk Kuiper.

Sabuk Kuiper terletak sangat jauh dan isinya berupa lapisan es sangat kecil dan redup, sehingga baru pada 1992, objek Sabuk Kuiper (Kuiper Belt Object/KBO) pertama di luar Pluto ditemukan.

Penemuan ini dilakukan oleh astronom Universitas Hawaii, Dave Jewitt dan Jane Luu. Namun sejak itu, ribuan KBO telah terlihat dan para astronom secara tentatif telah dapat mulai memetakan bagian luar tata surya.

Di luar Sabuk Kuiper terdapat cakram tersebar (scattered disk) yang dihuni oleh KBO yang tersebar dari Sabuk Kuiper akibat gelombang gravitasi yang datang dari planet terluar tata surya, Neptunus. Objek dalam ini cenderung memiliki orbit yang sangat elips dan cenderung tajam terhadap bidang tata surya dan dapat berjarak hingga ratusan satuan antronomi (SA) atau astronomical unit (AU) dari Matahari. Satu AU sama dengan jarak antara Bumi dan Matahari.

Penurunan Kadar Debu

Jauh di luar Sabuk Kuiper dan cakram tersebar terdapat awan Oort, wilayah bulat luas berisi benda-benda beku yang membentang lebih dari satu tahun cahaya dari Matahari. Meskipun jaraknya yang jauh membuat Awan Oort tidak pernah diamati secara langsung, para ilmuwan mengetahui keberadaannya karena orbit komet berperiode panjang dapat ditelusuri kembali ke sana.

Namun kini, temuan baru dari New Horizons mengancam untuk membalikkan banyak hal yang selama ini dianggap telah diketahui tentang tata surya bagian luar. Apalagi wilayah ini jauh lebih lebar dari yang diperkirakan sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

14 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.