Kemendikbudristek Nilai Diplomasi Budaya Sebagai Aspek Penting Film
📅 Kamis, 29 Feb 2024, 23:13 WIB | Oleh: Ones
Doc: antara
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan TeknologiHilmar Farid mengatakan diplomasi budaya, kuliner, hingga pariwisata dalam film menjadi hal yang penting untuk mengangkat eksistensi dari budaya yang lebih tinggi lagi.
"Kita menyadari bahwa dalam diplomasi budaya produk seperti film, makanan, tidak bisa berdiri sendiri. Jadi, justru ketika sekarang ini kita melakukan berbagai projek dan berjalan, mulai bisa dilihat sambungannya satu sama lain. Misalnya, usahanya tadi untuk membangkitkan pangan lokal kalau hanya diserahkan ke UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) dan tidak ada bantuan untuk promosinya, susah jalannya," kata Hilmar di Jakarta, Kamis.
Untuk mewujudkan diplomasi budaya, kuliner dan pariwisata melalui film, Hilmarmenilai perlukolaborasi lintas sektor guna mendukung dan memperkuat narasi yang diangkat dalam film-film lokal, khususnya yang memperkenalkan budaya asli Indonesia.
Salah satu yang dilakukan pemerintah adalah melalui kolaborasi dengan Ruang Basbeth Bercerita untuk mensosialisasikan gerakan kedaulatan pagan, terutama di kalangan generasi muda melalui "Mustika Rasa Kini".
Terdapat sembilan agenda utama dalam program yang akan digerakkan untuk mensosialisasikan resep makanan Indonesia melalui seminar, lokakarya, aktivasi acara dan sosialisasi, serta duta program. Selanjutnya, terdapat juga situs web dan aplikasi, konten (video, audio, hinggapodcast), serial dokumenter, film cerita, serta rilis buku "Mustika Rasa" yang sudah direvisi.
Oleh karena itu, dalam merayakan peringatan Hari Film Nasional yang akan jatuh pada tanggal 30 Maret mendatang, Hilmar percaya bahwa projek-projek yang sedang berjalan memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi yang signifikan atas popularitas serta pemahaman soal budaya, kuliner, dan pariwisata di tanah air.
"Diharapkan bahwa projek-projek film yang sedang berjalan akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam dinamika pergerakan yang terjadi, serta mencerahkan pemahaman akan pentingnya menjaga dan memajukan kekayaan lokal kita," kata Hilmar.
Hilmar berharap bahwa peringatan Hari Film Nasional tidak hanya menjadi momentum untuk mengapresiasi karya-karya film, tetapi juga untuk mencerahkan pemahaman akan pentingnya menjaga dan memajukan kekayaan lokal asal Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!