SPB Hidrogen Pilihan Cerdas Wujudkan NZE
Senin, 26 Feb 2024, 10:59 WIBJAKARTA - Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH) oleh PT PLN (Persero) dinilai sebagai pilihan sangat cerdas dalam upaya mewujudkan kebijakan netralitas karbon atau net zero emission (NZE).
Pengamat kebijakan energi Sofyano Zakaria menilai hidrogen sebagai pilihan energi buat kendaraan bermotor di negeri ini adalah langkah yang perlu mendapat perhatian dan dukungan penuh dari semua pihak khususnya pemerintah.
"Apa yang dilakukan PLN adalah bukti pemikiran dan perbuatan nyata bagi Indonesia dalam mewujudkan Net Zero Emission yang telah diamanatkan dunia lewat G20," lanjut Sofyano di Jakarta, Sabtu (24/2).
PT PLN (Persero), Rabu (21/2), meresmikan SPBH atau Hydrogen Refueling Station (HRS) di kawasan Senayan, Jakarta. SPBH tersebut merupakan yang pertama di Indonesia.
Sofyano menngatakan pemanfaatan hidrogen yang merupakan produk sampingan dari PLTGU dan PLTP PLN adalah pemikiran yang pantas diacungi jempol karena hal ini jelas sumbangan nyata menuju terwujudnya transisi energi di negeri ini.
Pemerintah sudah sangat perlu mendorong agar energi hidrogen dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif bagi sektor transportasi, terutama pada kendaraan bertenaga sel bahan bakar hidrogen.
Karenanya, pemerintah perlu segera membuat peraturan dan kebijakan yang mampu mendorong percepatan penggunaan energi alternatif yang adalah clean energi, tambahnya.
Penggunaan bahan bakar hidrogen guna menghasilkan listrik yang digunakan untuk menggerakkan motor , tidak hanya sebagai bahan bakar mobil, energi hidrogen dan sesungguhnya juga dapat digunakan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik serta alat transportasi massal seperti kapal laut termasuk kereta api, papar Sofyano.
Ramah Lingkungan
Selain itu, lanjut Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) ini, energi hidrogen memiliki beberapa manfaat lain yang membuatnya semakin populer dan menarik perhatian dunia.
"Energi hidrogen dianggap sebagai salah satu jenis energi yang ramah lingkungan, karena reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen hanya menghasilkan air sebagai produk sampingan, sehingga tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca atau polusi udara," tukasnya.
Dia sangat menyambut baik dan mendukung upaya PLN memanfaatkan hidrogen misalnya menjadi bahan bakar pengganti untuk pembangkit listrik yang tidak ramah lingkungan.
"Tentu saja ini perlu disesuaikan dengan produksi hidrogen dari PLN itu sendiri," ujarnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Intelijen AS Bantu Operasi Anti-Kartel di Meksiko
-
Lewati 70 Gol Pelé, Lionel Messi Sah Jadi Eksekutor Bola Mati Tersubur Kedua dalam Sejarah
-
Harga Daging dan Ayam Depok Stabil
-
Terganggu Oknum Minta THR, Polri Imbau Masyarakat Lapor ke 110
-
Menteri Keuangan kunjungi Pasar Beringharjo dan Teras Malioboro
-
Simulasi Biaya Mobil Listrik Ini Lebih Hemat 9 Kali dari Bensin
-
Libur Lebaran, Warga Serbu Blok M Naik MRT Jakarta dengan Tarif Rp1
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.