Mantan Presiden Brazil Bolsonaro Unjuk Kekuatan, Kecam Larangan Pemilu
📅 Senin, 26 Feb 2024, 14:54 WIB | Oleh: Tim PenulisMantan presiden sayap kananini membantah tuduhan itu dan menolak menjawab pertanyaan selama interogasi setengah jam di markas polisi federal di Brasilia.
Gleisi Hoffmann, presiden Partai Pekerja (PT) pimpinan Lula, menulis di X bahwa unjuk rasa tersebut merupakan "satu lagi ancaman dariBolsonaroterhadap institusi dan tantangan terhadap peradilan, yang membuatnya harus bertanggung jawab."
Dipuja Pendukung
Bolsonarojuga menghadapi beberapa penyelidikan lain, seperti pemalsuan sertifikat vaksinasi Covid-19, atau dugaan penyelewengan hadiah yang diterima dari negara lain, seperti perhiasan yang ditawarkan Arab Saudi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian,Bolsonarotetap dianggap sebagai pemimpin oposisi dan dipuja oleh para pendukung setianya.
"Bolsonaroadalah orang jujur, korban penganiayaan," kata Wilson Aseka, 63 tahun, yang melakukan perjalanan 700 kilometer (430 mil) dari negara bagian Minas Gerais untuk menghadiri aksi tersebut.
"Penting untuk mendukungnya, karena dia mewakili Tuhan, negara, dan keluarga," katanya, mengulangi motto mantan presiden dengan bendera Brazil tergantung di pundaknya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aksi pada Minggu sore itu dipandang sebagai ujian atas dukungannya menjelang pemilihan kota pada bulan Oktober, di mana pengaruhnya diperkirakan akan memainkan peran kunci di negara yang masih terpolarisasi ini.
Bolsonarodan para pendukungnya juga mengibarkan bendera Israel pada protes tersebut, sebagai penolakan terhadap pernyataan Lula baru-baru ini yang membandingkan serangan Israel di Gaza dengan Holocaust.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!