Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UE Kirimkan Misi Keamanan ke Laut Merah

📅 Rabu, 21 Feb 2024, 02:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
UE Kirimkan Misi Keamanan ke Laut Merah Doc: AFP/FREDERICK FLORIN
Ket. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen

DUBAI - Uni Eropa (UE) pada Senin (19/2) secara resmi mengirimkan misi angkatan laut untuk melindungi pelayaran di Laut Merah dari pemberontak Huthi Yaman. Pengiriman itu dilaksanakan menyusul terjadinya serangan dari kelompok tersebut yang memaksa awak sebuah kapal meninggalkan kapalnya dan merusak kapal lainnya.

Kelompok Huthi yang didukung Iran, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman yang dilanda perang, telah mengganggu jalur pelayaran penting tersebut sejak November dalam sebuah kampanye yang mereka katakan sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza selama perang Israel-Hamas.

UE bermaksud untuk menjalankan misi tersebut, yang diberi nama Aspides dari bahasa Yunani yang berarti perisai, dalam beberapa pekan dengan setidaknya mengirimkan empat kapal AL, kata seorang pejabat pada 16 Februari lalu.

"Eropa akan menjamin kebebasan navigasi di Laut Merah, bekerja sama dengan mitra internasional kami," tulis Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, di media sosial X.

Diplomat terkemuka Italia, Antonio Tajani, membenarkan pengiriman misi UE tersebut dalam pertemuan para menteri luar negeri di Brussels, dan menyebutnya sebagai langkah penting menuju pertahanan bersama Eropa.

UE mengatakan mandat misi tersebut terbatas pada melindungi pelayaran sipil di Laut Merah dan tidak ada serangan yang akan dilakukan ke wilayah Yaman. Namun seorang pejabat UE mengatakan akan ada kontak militer ke militer yang berkelanjutan untuk mengkoordinasikan tindakan dengan Amerika Serikat (AS) dan kekuatan lain di kawasan.

Serangan Huthi

Sebelumnya AS telah mempelopori koalisi angkatan lautnya di wilayah tersebut dan telah melakukan serangan balasan terhadap sasaran-sasaran Huthi di Yaman, seperti yang dilakukan Inggris.

Lusinan serangan Huthi telah mengguncang pelayaran di Laut Merah, memaksa beberapa perusahaan pelayaran untuk mengambil rute alternatif termasuk jalan memutar selama dua pekan di sekitar ujung Afrika bagian selatan.AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

11 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.