Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS dan Sekutu Barat Cegah Terpuruknya Kinerja Tentara Ukraina

📅 Selasa, 20 Feb 2024, 23:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS dan Sekutu Barat Cegah Terpuruknya Kinerja Tentara Ukraina Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi - Senjata perang.

MOSKOW - Amerika Serikat (AS) dan sekutu Baratnya berusaha mencegah terpuruknya kinerja angkatan bersenjata Ukraina ketika Kiev kehilangan wilayah dan kehabisan amunisi, seperti dilaporkan surat kabar Politico pada Minggu (18/2).

Seperti dikutip dari Antara, Politico yang merupakan media berbasis di Amerika Serikat itu mengutip sejumlah anggota parlemen AS dan para pejabat asing.

Pemberitaan tersebut mencatat pada konferensi keamanan terakhir di Munchen, anggota parlemen AS dari kedua partai meyakinkan sekutunya bahwa Dewan Perwakilan Rakyat negara adidaya itu akan menyetujui paket bantuan tambahan untuk Kiev paling cepat pada Maret.

Pada saat yang sama, anggota Kongres yang terus mengadvokasi pasokan senjata baru ke Kiev khawatir bahwa mantan Presiden AS Donald Trump dapat mengganggu rencana mereka untuk mendapatkan pendanaan baru, menurut laporan itu.

Keyakinan terhadap apa yang dapat dicapai Ukraina di medan perang, serta terhadap Presiden AS Joe Biden, berada pada titik terendah dalam dua tahun terakhir, tambahnya.

Selain itu, seorang anggota parlemen Ukraina mengatakan Kiev prihatin dengan kurangnya kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Washington dalam mengalokasikan lebih banyak dana kepada Ukraina dan mengirim lebih banyak amunisi, termasuk rudal jarak jauh, lanjut laporan tersebut.

Hibah Senjata

Sementara itu, Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen berjanji menghibahkan seluruh cadangan persenjataan artilerinya untuk Ukraina, yang saat ini tengah berperang dengan Russia, demikian dilaporkan media setempat pada Minggu (18/2).

Dalam Konferensi Keamanan Munich yang berlangsung pada 16-18 Februari di Jerman, Frederiksen juga menegaskan pentingnya persatuan antara negara-negara Eropa dalam mendukung Ukraina.

Dukungan dapat ditunjukkan dengan menghibahkan persenjataan, amunisi, dan sistem pertahanan udara yang amat dibutuhkan negara Eropa Timur tersebut, ucapnya. "Dari pihak Denmark, kami memutuskan mendonasikan seluruh cadangan artileri," kata PM Denmark itu.

Frederiksen mengkritik pemimpin negara-negara Eropa yang menurutnya memanfaatkan alasan masalah produksi persenjataan sehingga urung mengirimkan persenjataan untuk pihak Ukraina.

"Ini bukan hanya persoalan terkait produksi, karena saat ini kita punya senjata, amunisi, maupun pertahanan udara yang kita tidak gunakan di saat justru seharusnya dikirimkan ke Ukraina," ujarnya.

Ia juga mendorong negara-negara Eropa untuk tidak menunggu Amerika Serikat menyetujui pembiayaan pemasokan senjata untuk militer Ukraina untuk bertindak. "Tidak peduli apa pun yang akan dilakukan AS nantinya, kita, warga Eropa, harus bisa membela diri. Ini adalah perang yang terjadi di benua Eropa," kata Frederiksen, menegaskan.

Pernyataan itu disampaikan Frederiksensaat Ukraina mengalami kekurangan personel dan amunisi dalam menghadapi rongrongan militer Russia di garis depan di bagian timur negara itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.