Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Karhutla, KLHK Manfaatkan TMC, Tingkatkan Manggala Agni dan Patroli 

📅 Senin, 19 Feb 2024, 08:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Karhutla, KLHK Manfaatkan TMC, Tingkatkan Manggala Agni dan Patroli  Doc: KORAN JAKARTA/ISTIMEWA
Ket. Suasana Rakornis Karhutla yang dipimpin Menteri LHK, Siti Nurbaya.

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan koordinasi dengan lembaga terkait untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.

"Salah satu yang cukup strategis adalah pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), lalu peningkatan kapasitas Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA), serta penetapan status siaga darurat," tegas Menteri LHK Siti Nurbaya ketika memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Karhutla yang digelar di KLHK, akhir pekan ini.

Rakornis ini selain diikuti pejabat KLHK seperti Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Laksmi Dhewanthi, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Sigit Reliantoro, juga Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Fajar Setyawan, Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG A Fachri Radjab, dan Asdep 4/V Kamtibmas Nyoman Sukasana.

Menteri LHK mengapresiasi seluruh pihak atas kerja sama dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan pada 2023 dimana luas karhutla tahun lalu mengalami penurunan 29,59 persen dibanding luas karhutla 2019. Hal ini suatu pencapaian yang baik mempertimbangkan intensitas El Nino pada 2023 lebih moderat-kuat dibanding 2019.

"Dengan tulus saya ingin sampaikan di sini ucapan terima kasih kami, terutama selama masa-masa yang berat dalam penanganan karhutla kepada BNPB. BMKG, BRIN, TNI, Polri, dan tentunya Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA)," ucap Siti.

Siti menyebutkan, salah satu upaya pengendalian karhutla yaitu operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Mulai 2019 dimana situasi sangat sulit, TMC menjadi hal baru sekaligus penting yang dapat dijadikan sebagai percontohan aksi pencegahan karhutla di luar negeri. Operasi TMC di Indonesia tidak hanya dilaksanakan untuk pengendalian karhutla, tetapi pada beberapa momen kenegaraan dapat dilaksanakan untuk mengantisipasi hujan.

Siti mengungkapkan, TMC merupakan inovasi yang mengejutkan Indonesia. Teknologi ini selain mampu menekan karhutla, juga lebih murah dibandingkan water boombing. TMC diakui sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa sebagai salah satu terobosan sangat penting dalam penanganan karhutla di Indonesia. "Negara lain mulai meniru TMC lho untuk menangani karhutla," kata Menteri LHK.

KLHK mencatat hingga Februari 2024, telah terjadi karhutla di sebagian wilayah Sumatera Utara dan Riau. Hal ini terjadi karena wilayah tersebut sudah mulai memasuki musim kering periode pertama. "Ini menjadi penting untuk dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian karhutla di daerah rawan," tandasnya.

Dalam pengarahannya, Siti mengingatkan bahwa potensi El Nino tahun 2024 ini masih berada pada level moderat, sehingga upaya pengendalian karhutla harus terus ditingkatkan. Kesiapsiagaan harus sudah dimulai serta perlunya langkah cepat di lapangan.

Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino Moderat akan berlangsung hingga Semester I 2024.

Berdasarkan data yang diperoleh dari KLHK, hingga Februari 2024 dilaporkan telah terjadi 18 kejadian karhutla di sebagian besar provinsi di Indonesia, yaitu Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Upaya pencegahan karhutla diharapkan dapat ditingkatkan, salah satunya melalui operasi TMC di wilayah rawan karhutla. Selain itu upaya lain seperti patroli dan penyadartahuan dapat terus dilakukan sebagai langkah antisipasi pengendalian karhutla di bulan Ramadhan.

Pelaksanaan TMC di 6 Provinsi

Direktur Jenderal Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PPI) Laksmi Dhewanthi ketika memberikan paparannya mengungkapkan, berdasarkan data pemantauan hotspot di provinsi rawan karhutla dari tahun 2019 - 2023, El Nino menjadi salah satu faktor yang berdampak signifikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

28 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.