Studi Ungkap Olahraga Dapat Kurangi Rasa Sakit Bagi Penyintas Kanker
Minggu, 18 Feb 2024, 19:30 WIBSebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa para penyintas kanker yang berolahraga secara teratur dapat mengalami penurunan yang signifikan dalam rasa sakit yang berkepanjangan akibat tumor dan pengobatan mereka. Studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Melbourne di Australia ini meneliti kebiasaan berolahraga dan tingkat rasa sakit pada lebih dari 10 ribu orang yang selamat dari kanker dan lebih dari 51 ribu orang dewasa yang tidak memiliki riwayat tumor.
Sekitar setengah dari orang dewasa di setiap kelompok mendapatkan setidaknya 150 menit seminggu untuk aktivitas fisik sedang atau berat, jumlah minimum yang direkomendasikan dalam pedoman olahraga di Amerika Serikat. Dibandingkan dengan penderita kanker yang tidak berolahraga sebanyak itu, mereka yang berolahraga 16 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami rasa sakit yang hebat, menurut hasil studi yang diterbitkan pada 12 Februari di Cancer.
Subjek penelitian tidak perlu berusaha keras untuk melihat peningkatan dalam tingkat rasa sakit mereka. Mayoritas orang dalam penelitian ini dengan dan tanpa riwayat kanker melaporkan bahwa berjalan kaki adalah bentuk olahraga utama mereka.
"Nyeri pada penderita kanker adalah hal yang umum," kata Dawn Hershman, MD, seorang profesor dan wakil direktur di Pusat Kanker Komprehensif Herbert Irving Medical Center di Columbia University Medical Center di New York City, dikutip dari Medical Daily, Jumat (16/2).
"Ini bisa berasal dari pengobatan yang sedang berlangsung, seperti terapi hormonal yang dapat menyebabkan nyeri sendi dan kekakuan, bisa juga berasal dari pengobatan sebelumnya yang mempengaruhi saraf dan otot, bisa juga berasal dari radiasi dan pembedahan yang dapat mempengaruhi saraf, dan untuk beberapa orang bisa berasal dari kanker yang telah menyebar ke bagian lain dari tubuh," tambah Hershman, yang tidak terlibat dalam penelitian baru ini.
Besarnya pengurangan rasa sakit yang terkait dengan olahraga serupa untuk penderita kanker dan untuk individu tanpa riwayat kanker, demikian temuan studi tersebut.
"Secara umum, orang yang lebih aktif memang memiliki lebih sedikit rasa sakit. Hal ini mungkin terkait dengan beberapa manfaat spesifik dari olahraga, seperti efek biokimia, neuromuskuler, atau psikologis," imbuh penulis utama studi ini, Christopher Swain, PhD, seorang peneliti fisiologi di University of Melbourne di Australia.
Hershman menambahkan, olahraga dapat bekerja sama dalam tubuh untuk mengurangi rasa sakit, baik bagi mereka yang memiliki riwayat kanker atau tidak. Menurut dia, aktivitas fisik mungkin memiliki efek sentral pada jalur nyeri dan mungkin juga memiliki efek biologis yang meningkatkan jumlah oksigen yang didapat jaringan.
"Ini dapat mengurangi berat badan yang dapat meningkatkan rasa sakit, dan juga dapat memiliki efek psikologis dalam meningkatkan suasana hati dan mengurangi kelelahan, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi kecemasan," tuturnya.
Berita Terkait:
-
Sukses Pikat Penonton, Film “Michael” akan Dibikin Sekuelnya
-
Wajib Tahu! Kurang Tidur di Usia 40-an dan 50-an Bisa Meningkatkan Risiko Alzheimer di Kemudian Hari
-
WHO Tetapkan Darurat Kesehatan Global Usai Wabah Ebola Tewaskan 80 Orang di Kongo
-
Peringati HUT Keuskupan Agung Jakarta, Pramono Anung Ajak Umat Beragama Jaga Lingkungan
-
Perut Anda Buncit? Jalan Kaki 10 Menit Sehabis Makan Solusinya!
-
Penemuan 56 Spesies Tumbuhan Langka di Kebun Raya Banua Kalsel
-
Kemdiktisaintek Ungkap 99 Persen Kecurangan SNBT Bidik Prodi Kedokteran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.