Festival Budaya Pertjon di Tangerang Meriah, Warga Antusias Ambil Kain Merah dan Air di Perahu Keramat

Jumat, 19 Jun 2026, 14:40 WIB

TANGERANG - Masyarakat antusias mendapatkan kain merah dan air yang digunakan untuk memandikan perahu keramat dalam Festival Budaya Pertjon di Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) karena dipercaya membawa keberkahan, kesehatan, dan keselamatan.

Wakil Ketua Panitia Festival Budaya Pertjon Anto Tjiu Abaw di Tangerang, Jumat (19/6), mengatakan selama ritual berjalan, perahu keramat berusia ratusan tahun tersebut dimandikan dengan air kembang yang telah diberkati dengan doa khusus oleh pemuka agama setempat.

Ket. Foto: Ritual memandikan perahu keramat berusia ratusan tahun dengan air kembang yang telah diberkati dengan doa khusus oleh pemuka agama dalam Festival Budaya Pertjon di Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Tangerang. — Sumber: Pemkot Tangerang

Pengunjung juga berbondong-bondong mendapatkan kain merah dan air yang digunakan untuk memandikan perahu keramat tersebut karena dipercaya membawa keberkahan, kesehatan, dan keselamatan.

Perahu keramat ini bukan sekadar benda bersejarah, kata dia, menurut cerita yang diwariskan turun-temurun perahu keramat ini berasal dari leluhur warga Tionghoa yang datang ke Tangerang melalui Sungai Cisadane.

"Tidak heran, tradisi ini ditunggu-tunggu kedatangannya baik dari warga sekitar sampai mereka yang berdatangan dari Jakarta, Bogor, Cilegon, dan sebagainya,” kata dia dalam keterangannya.

Ia menambahkan festival ini telah digelar sejak 15 Juni dan berakhir hari ini. Banyak masyarakat dari dalam dan luar Kota Tangerang hadir setiap harinya. Selain itu acara ini terbuka bagi masyarakat umum dengan menghadirkan pertunjukan musik gambang kromong, pembagian kue sangjit, sampai bazar kuliner

”Tradisi ini milik bersama, semua masyarakat bisa hadir, tidak hanya dari China Benteng menikmati acara sampai merasakan kebersamaan yang ada di sini. Semoga tradisi ini terus lestari khususnya bisa diteruskan oleh generasi-generasi selanjutnya,” kata dia.

Ia menjelaskan Festival Budaya Petjoen merupakan salah satu tradisi khas China Benteng yang rutin dilestarikan secara turun-temurun setiap tahunnya.

Tradisi ini diselenggarakan untuk mengenang Qu Yuan (Koet Goan) dengan ditandai adanya ritual memandikan perahu keramat yang dipercaya sudah berusia ratusan tahun.

”Kami menggelar tradisi Petjoen (Peh Cun) ini setiap tahun tepatnya setiap tanggal lima bulan lima atau Go Gwe Ce Go. Tujuannya untuk mengenang leluhur lewat perahu keramat yang dibuka, dimandikan, dan diberkati setahun sekali,” ujar Anto,

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pelatih Carrick Bongkar Alasan Manchester United Tak Diuntungkan Hadapi Lawan Tim Promosi

Transfer Pemain yang Mengejutkan! Barcelona Resmi Datangkan Joao Cancelo dari Al Hilal

Polisi Selidiki Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan, Diduga Ada Unsur Kesengajaan?

Rapat Bersama Mitra Kerja, Komisi V DPR Bahas Laporan LKPP Tahun Anggaran 2025

Kabar Baik! 1.800 KK di Sumur Batu Terima Bantuan Beras Tahap Kedua

Cegah Kebakaran Hutan Lindung Bangka Meluas, Manggala Agni Berjibaku di Lokasi

Jangan Sampai Punah! Dekranasda Malinau Dorong Pelestarian Budaya Lewat Membatik

OAP Papua Pegunungan Siap Naik Kelas! Pemprov Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif

Gara-gara Robert De Niro, Bintang Mission: Impossible Michelle Monaghan Kembali ke Indonesia untuk Bertemu Komodo

Langkah Nyata Lawan Narkoba, Gubernur Kalteng Dapat Penghargaan Kepala BNN RI

Narkoba Makin Mengancam, BNN Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perang Bersama

Penyelam Temukan Retakan Raksasa di Dasar Laut Flores Usai Gempa M7,7 - Terumbu Karang Rusak

Tangerang Dukung Alih Status Guru

OIKN Alokasikan Rp5,3 Triliun untuk Kawasan Legislatif-Yudikatif

Tiga Cakupan 'Smart City' Jakarta

Ternyata Mata bisa “Terbakar” Matahari, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya!

Prioritaskan Angkat Guru PPPK Jadi PNS di Daerah 3T

Turis Swiss di Bali Dihukum 1 Tahun Penjara karena Posting Saat Langgar Aturan Keluar Hotel pada Hari Raya Nyepi

Masyarakat Diimbau Waspadai Bahaya Kabut Asap

Bukan Cuma Soal Makanan! IPAL Program MBG Disorot DPRD Sulbar, Ini Alasannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.