Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Revisi dan Beri Harga Pembelian yang Untungkan Petani

📅 Kamis, 15 Feb 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Untuk mengatasi agar harga beras tidak terus melonjak, pemerintah melalui Bulog dan BUMN Pangan harus menggelar operasi pasar dengan melepas beras di pasar lebih banyak agar permintaan masyarakat terpenuhi.

Pemerintah juga harus melihat dan mengawasi distribusi dan harga beras di rantai pasok, mulai dari produsen, pengepul, distributor, retailer, dan konsumen untuk memastikan distribusi berjalan lancar, tanpa ada hambatan sampai harga berangsur normal kembali.

"Terakhir, pemerintah harus memberi sanksi bagi para distributor dan retailer yang menghambat dan menimbun beras," tegas Esther.

Dalam jangka menengah panjang, peningkatan produktivitas dalam negeri menjadi solusi untuk mengatasi kenaikan harga pangan dan mengurangi kebergantungan pada pasokan impor yang setiap saat harganya volatile.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

28 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.