Korsel Akan Balas jika Korut Memprovokasi

Rabu, 14 Feb 2024, 02:55 WIB

SEOUL - Militer Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (13/2) mengatakan bahwa pihaknya siap untuk membalas secara besar-besaran dalam menanggapi setiap provokasi yang dilakukan Korea Utara (Korut).

Pernyataan tersebut dilontarkan juru bicara Kepala Staf Gabungan (JCS), Kolonel Lee Sung-jun, dalam konferensi pers rutin setelah Pyongyang meningkatkan ketegangan dengan serangkaian uji coba senjata baru.

Ket. Foto: Artileri Korut l Sejumlah warga menyaksikan tayangan berita di sebuah stasiun kereta di Seoul, Korsel, yang melaporkan penembakan artileri oleh Korut pada awal Januari lalu. Pada Selasa (13/2), militer Korsel mengatakan bahwa pihaknya siap untuk membalas secara besar-besaran dalam menanggapi setiap provokasi yang dilakukan Korut. — Sumber: AFP/Jung Yeon-je

"Militer kami mempertahankan postur yang mampu merespons provokasi artileri Korut, sambil terus memantau pengembangan senjatanya dan meningkatkan kemampuan pencegahan dan respons kami," kata Lee.

Korut pada Senin (12/2) mengatakan pihaknya telah mengembangkan peluncur roket ganda kaliber 240 milimeter yang dapat dikontrol dan sistem kontrol balistik untuk memperluas persenjataannya.

Militer Korsel pun langsung mendeteksi dan memantau uji coba penembakan Korut itu secara real-time pada Minggu (11/2) sore dan telah menganalisis spesifikasinya bersama dengan Amerika Serikat (AS).

Lee mengatakan pihak militer tidak segera merilis informasi tersebut karena peluncur roket tersebut tidak termasuk dalam lingkup pengungkapan sebagaimana diuraikan dalam protokolnya. JCS biasanya mengungkap uji coba misil balistik dan senjata-senjata utama Korut.

Kantor berita KCNA pada Senin mengatakan bahwa peningkatan teknis terbaru itu akan mengarah pada evaluasi ulang nilai strategis dan kegunaan peluncur roket ganda. Sementara perannya di medan perang diperkirakan juga akan meluas.

Potensi Ancaman

Adapun Korut melakukan uji coba tembak beberapa peluncur roket ke arah Laut Kuning dari daerah dekat kota pelabuhan Nampho di bagian barat pada Minggu.

Sistem peluncur roket ganda 240 milimeter milik Korut tersebut diketahui dikerahkan di dekat perbatasan, sehingga menimbulkan potensi ancaman terhadap wilayah ibu kota Korsel yang lebih luas.

Uji coba terbaru itu dilakukan hanya beberapa hari menjelang ulang tahun mendiang pemimpin Kim Jong-il, hari libur besar yang jatuh pada Jumat (16/2) ini. Namun menurut JCS, sejauh ini belum ada gerakan khusus oleh militer Korut.

Korut diketahui telah meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea dengan uji coba senjata pada tahun baru ini, termasuk peluncuran misil jelajah dari laut dan darat, serta penembakan artileri ke perairan dekat perbatasan laut antar-Korea bagian barat.

Meskipun Korut diduga telah memperluas jangkauan peluru dan meningkatkan akurasinya dengan klaim keberhasilan dalam uji coba senjata terakhirnya, perkembangan tersebut dipandang sebagai respons politik terhadap ketegangan antar-Korea yang semakin parah, serta upaya ekonomi untuk memperluas perdagangan senjata dengan Russia.

Ant/Yonhap/KBS/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.