Aksi Dramatis Perebutan Kekuasaan dalam Serial 'Shogun'
📅 Selasa, 13 Feb 2024, 17:41 WIB | Oleh: Tim PenulisSerial Shogun membahas lebih dalam perihal Shogun yang mengambil sudut pandang dari Lord Yoshii Toranaga. Shogun merupakan pemimpin militer turun-temurun yang secara teknis ditunjuk oleh kaisar, melansir dari situs National Geographic.
Namun, kekuasaan sebenarnya ada di tangan para Shogun sendiri, yang bekerja sama dengan kelas-kelas lain dalam masyarakat Jepang. Shogun bekerja dengan pegawai negeri untuk mengelola berbagai program, seperti penarikan pajak dan perdagangan.
Mereka juga bekerja dengan daimyo atau pemilik tanah kaya dalam menjalankan roda perekonomian. Tidak hanya itu, Shogun juga bekerja dengan samurai, yakni kelas prajurit yang biasanya dipekerjakan oleh daimyo.
Di masa mudanya, Toranaga dikenal sebagai pemimpin militer cemerlang yang telah meraih kemenangan perang sejak usia muda. Berkat kerja kerasnya, Toranaga dikenal sebagai salah satu Shogun paling berpengaruh di Jepang dan bergabung dalam Dewan Bupati untuk menjalankan perintah langsung dari kaisar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wilayah kekuasaannya pun luas, termasuk desa nelayan tempat Blackthorne dan awak kapalnya terdampar. Semua berjalan damai hingga meninggalnya pemimpin Dewan Bupati dan membuat politik pemerintahan Jepang menjadi tidak stabil.
Istri kedua dari pemimpin Dewan Bupati yang meninggal itu, yakni Ochiba no Kata (Fumi Nikaido) pun mencoba segala cara untuk melengserkan Toranaga. Termasuk bekerja sama dengan Ishido Kazunari (salah satu Dewan Bupati) agar putra semata wayangnya terhindar dari ancaman kekuasaan di masa depan.
Hal inilah yang menjadi titik balik perjuangan Toranaga bersama sekutunya untuk mempertahankan hidup mereka. Toranaga pun bekerja sama dengan Kashigi Yabushige (Tadanobu Asano), meskipun tahu bahwa Yabushige merupakan orang yang suka berkhianat dan selalu mengambil keuntungan sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rasanya konflik politik antara Toranaga dan Dewan Bupati ini cukup relevan dengan situasi politik di Indonesia saat ini. Fitnah hingga adu domba turut menyertai gelombang politik di masa lampau dan tergambar jelas melalui serial ini.
Meskipun waktu berlalu dengan panjang, politik adu domba dan kebohongan ini tetap menjadi entitas politik tidak sehat di berbagai wilayah.
Sedikit banyak, penonton dapat melihat kejamnya dunia politik dan bagaimana para pemimpin menyelesaikannya dengan cara mereka sendiri, termasuk melakukan tindakan tidak terpuji.
Selain menyorot Toranaga, serial "Shogun" juga membahas tangguhnya para perempuan di masa lampau, khususnya di era Jepang 1600-an. Salah satunya Mariko, yakni salah satu keluarga Toranaga sekaligus penerjemah antara Toranaga dan Blackthorne.
Pembawaannya yang tenang, anggun, dan cerdas ini berhasil meredakan ketegangan yang kerap terjadi di antara Toranaga dan Blackthorne. Tidak segan Mariko berusaha mengupayakan keadilan dalam setiap tindakan yang dilakukannya.
Sayangnya, kecemerlangan Mariko dalam membantu Toranaga disambut negatif oleh sang suami, Toda Hirokatsu atau Buntaro. Buntaro yang memiliki pemikiran patriarki ini tidak ingin membuat Mariko bersinar lebih terang darinya, sehingga konflik antara keduanya pun tidak dapat dihindari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!