Polisi: Wisatawan asal China Meninggal di Pink Beach Karena Kelelahan
Minggu, 11 Feb 2024, 16:55 WIBLabuan Bajo -- Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Satpol Airud) Polres Manggarai Barat AKP I Wayan Merta mengatakan bahwa seorang wisatawan asal China meninggal dunia karena kelelahan saat melakukan penyelaman di permukaan atau snorkelingdi Pink Beach Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).
"Kami sudah lidik, sudak periksa dari kapal dan guide (pemandu wisata) lalu kami antar korban ke rumah sakit, sekarang tunggu perkembangan dari keluarga korban," katanya dihubungi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (10/2/2024).
Dia menjelaskan korban bernama Zhang Yanyang (41) yang berwisata bersama orang tuanya di Labuan Bajo pada Jumat (9/2/2024).
Kronologi kejadian, lanjut dia, korban bersama 24 tamu lainnya setelah berwisata di Pulau Padar Kawasan TNK, melakukan kunjungan ke Pink Beach menggunakan Speedboat East Cruise Komodo.
Saat tiba di Pink Beach, para wisatawan diminta hanya menikmati destinasi wisata selama satu jam dan tidak diperkenankan untuksnorkeling.
Namun demikian, setelah lebih dari sejam, pemandu wisata tidak menemukan korban saat semua tamu dikumpulkan. Korban lalu dicari dan ditemukan dalam dalam keadaan terbaring dan pingsan di pinggir pantai.
"Mereka sudah diberitahu oleh guide kalau di Pink Beach tidak ada yang berenang dan kapalstand bydi tepi pantai. Dia (korban) snorkeling tidak diketahui oleh guide, dugaan meninggal karena kelelahan dan dia diketahui tidak tahu berenang. Dia pakai baju saja berenang, tidak pakai life jacket," jelasnya.
Selanjutnya, guide dan beberapa kru speedboat melakukan evakuasi dengan melakukan pertolongan pertama, dan membawa korban menuju Labuan Bajo.
Setibanya di Labuan Bajo, korban dilarikan ke RS Siloam Labuan Bajo untuk penanganan medis lebih lanjut.
"Kami menunggu di dermaga dan dari pihak rumah sakit sampaikan korban telah meninggal," katanya.
Saat ini, lanjut dia, jenazah korban masih berada RSUD Komodo Labuan Bajo dan orang tua korban masih menunggu keluarga dari China untuk pemulangan korban.
"Agen perjalanan masih berkoordinasi koordinasi dengan mereka, masih tunggu keluarganya datang. Dari mereka mereka tidak mau jenazah sampai ke kampungnya, karena mau kremasi. Karena di sini tidak ada maka akan kremasi di Bali dan kembali ke Tiongkok bawa abunya. Sekarang masih tunggu keluarganya, karena orang tuanya tidak bisa bahasa Inggris," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Sambut Pemudik Mulai 13 Maret, InJourney Airports Pastikan Kesiapan Operasi dan Layanan 37 Bandara
-
Kemenag Latih 1.000-an Konten Kreator untuk Belajar Pengamatan Hilal
-
Dua WNA Diamankan akibat Laggar Lalu Lintas di Labuan Bajo
-
Sampah kiriman penuhi pesisir Labuan Bajo
-
Mau Cari Suasana Baru? Weekend at Parapuar, Cara Baru Nikmati Sisi Darat Labuan Bajo
-
IHSG Anjlok Dipicu Panic Selling, Pasar Bereaksi Emosional Usai Keputusan MSCI
-
KNKT: Pesawat ATR Pecah Berhamburan Menabrak Gunung Bulusaraung
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.