Mau Cari Suasana Baru? Weekend at Parapuar, Cara Baru Nikmati Sisi Darat Labuan Bajo
Selasa, 19 Mei 2026, 09:35 WIBKUPANG â Optimalisasi alternatif wisata berbasis kegiatan menunjukkan pergeseran tren pariwisata dari sekadar menikmati destinasi menjadi mencari pengalaman yang lebih interaktif dan bernilai.
Konsep ini mendorong pengembangan aktivitas seperti wisata edukasi, olahraga, budaya, hingga ekowisata yang mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Selain menciptakan diferensiasi destinasi, pendekatan berbasis kegiatan juga dinilai lebih adaptif terhadap perubahan minat wisatawan yang kini cenderung mencari pengalaman autentik dan personal dibanding wisata massal semata.
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menilai Weekend at Parapuar menjadi alternatif wisata darat berbasis kegiatan yang bisa menciptakan daya tarik pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF Andhy MT Marpaung dihubungi di Labuan Bajo, Senin, mengatakan pengembangan kegiatan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan di destinasi super prioritas tersebut.
âMelalui penyelenggaraan terjadwal seperti Weekend at Parapuar, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi antara pariwisata, budaya, komunitas, dan ekonomi kreatif,â katanya.
Menurut dia, aktivasi destinasi melalui kegiatan juga menjadi strategi untuk memperkuat daya tarik wisata darat sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo.
Ia menjelaskan, Labuan Bajo selama ini dikenal luas melalui wisata bahari dan Taman Nasional Komodo. Namun dalam beberapa tahun terakhir.
Kegiatan berbasis komunitas, budaya, musik, dan ekonomi kreatif mulai berkembang sebagai pilihan wisata alternatif yang memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
âAktivitas wisata berbasis kegiatan mampu membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal, terutama pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga pekerja seni budaya,â ujarnya.
Weekend at Parapuar diselenggarakan di kawasan Parapuar, Labuan Bajo, dengan konsep ruang terbuka yang memadukan panorama perbukitan dan lanskap alam. Kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan pada 23 Mei mendatang.
Kegiatan itu menghadirkan pertunjukan seni budaya, musik, kuliner UMKM lokal, hingga aktivitas interaktif yang melibatkan komunitas setempat.
BPOLBF menilai pengembangan kegiatan berbasis alam dan budaya menjadi strategi penting dalam memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata berkualitas.
Selain menikmati keindahan alam, wisatawan kini juga mencari pengalaman autentik, interaksi dengan masyarakat lokal, serta aktivitas yang memiliki nilai budaya dan keberlanjutan.
- Labuan Bajo
- NTT
- Weekend at Parapuar
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sambut Pemudik Mulai 13 Maret, InJourney Airports Pastikan Kesiapan Operasi dan Layanan 37 Bandara
-
Geger Prostitusi Online Bali, Tiga Ratu Konten Pornografi X dan Telegram Diciduk Polisi
-
Kecepatan Inovasi vs Keamanan: Mengapa API Menjadi Target Utama Manipulasi Logika Bisnis di 2026?
-
Menko Ekonomi: WFH untuk Swasta Tergantung Kebutuhan
-
Berkah Ramadan, Omzet UMKM di Lebak Meningkat
-
Diduga Produksi Petasan, Dua Pelajar Tulungagung Diamankan Polisi
-
Pemerintah: Enam Ruas Tol Fungsional Dibuka Gratis saat Mudik Lebaran 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.