Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Garut Perketat Pemeriksaan Ternak

📅 Minggu, 11 Feb 2024, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Garut Perketat Pemeriksaan Ternak Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Garut
Ket. Petugas memeriksa kondisi kesehatan sapi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Garut - Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut memperketat pemeriksaan kesehatan ternak, khususnya sapi, yang dipasok dari luar daerah untuk mengantisipasi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) karena saat ini kembali ditemukan di wilayah itu.

"Ini (PMK) terjadi menjelang ritual tahunan menghadapi Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, peternak biasanya tiga atau empat bulan sebelum hari H sudah beli, sehingga ini rawan sapi yang datang dari luar Garut," kata Kepala Diskanak Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika di Garut, Jawa Barat, Sabtu.

Ia mengatakan PMK yang seringkali menyerang ternak, seperti sapi, domba, kambing, dan kerbau itu, masih terjadi sehingga harus terus diwaspadai agar tidak menular luas di Garut.

Selama ini, kata dia, sejumlah ternak di Garut ditemukan ada yang sudah terjangkit maupun gejala PMK, seperti di Kecamatan Cilawu, Leles, Wanaraja, dan Malangbong,yang diduga berasal dari luar daerah dengan kondisi disinyalir terjangkit PMK.

"Munculnya kasus PMK kembali karena adanya ternak baru yang membawa bibit penyakit dari luar tanpa melalui pengecekan kesehatan hewan dari dokter hewan berwenang dari daerah asal," kata Beni.

Menurut dia, masuknya ternak dari luar daerah yang menyebarkan PMK di Garut karena awalnya tidak memenuhi prosedur kesehatan, seperti tanpa adanya surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal.

Upaya pencegahan di Garut, kata dia, tidak hanya dengan pemeriksaan setiap ternak yang datang dari luar daerah, melainkan juga mengirimkan surat permohonan agar daerah asal pemasok ternak menerbitkan surat keterangan kesehatan hewan.

"Nanti supaya ada surat dari Pj Bupati kita ke daerah asal ternak supaya mereka melakukan penjualan sapi yang sudah ada surat keterangan sehat hewan," katanya.

Saat ini, kasus PMK di Garut tercatat lima sapi di Kecamatan Cilawu. Saat ini, kondisi ternak sudah mulai membaik dan terkendali dengan tidak adanya muncul kasus lain.

Selain di daerah itu, kata dia, ada juga sejumlah sapi lain yang kondisinya menunjukkan gejala, namunsaat ini sudah mendapatkan perhatian serius petugas kesehatan hewan dengan memberikan obat dan vaksinasi.

"Pengobatan pada ternak sakit yakni dengan penerapan bio security untuk kandang tertular dan vaksinasi mencegah penyebarluasan virus PMK," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.