Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada, PVMBG Deteksi Pergerakan Magma Dangkal di Gunung Awu

📅 Sabtu, 10 Feb 2024, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada, PVMBG Deteksi Pergerakan Magma Dangkal di Gunung Awu Doc: ANTARA/HO-PVMBG
Ket. Tangkapan kamera CCTV yang memperlihatkan kawah Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (9/2/2024).

Jakarta - Waspada, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mendeteksi adanya pergerakan magma dangkal di Gunung Awu yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

Kepala PVMBG Hendra Gunawan dalam laporan yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan fenomena itu meningkatkan aktivitas kegempaan.

"Pada 29 Januari 2024 sampai 8 Februari 2024 terekam gempa vulkanik dangkal sebanyak 157 kejadian dan terekam gempa vulkanik dalam sebanyak 42 kejadian," ujarnya.

Hendra mengungkapkan bahwa energi gempa mengalami peningkatan yang terdeteksi dari grafik RSAM yang meningkat.

PVMBG juga mencatat ada tiga kali gempa tremorfrekuensi rendah dengan frekuensi dominan sekitar 1,5 hertz dan lama gempa 40 hingga 105 detik yang menunjukkan peningkatan gempa-gempa permukaan.

Dari hasil pengamatan visual dan kegempaan hingga akhir periode pengamatan, kata Hendra, terdeteksi gejala kenaikan aktivitas vulkanik yang berkaitan dengan proses migrasi magma dangkal.

PVMBG meminta masyarakat untuk mewaspadai berbagai kejadian gempa dengan energi besar dan terus menerus yang berpotensi untuk mendobrak kubah lava dan mengakibatkan erupsi eksplosif.

Berdasarkan pengamatan deformasi dengan menggunakan pemantauan GNSS pada periode 1 Juni 2023 sampai 31 Januari 2024, PVMBG mendeteksi penggembungan yang mengindikasikan asupan magma bergerak menuju permukaan.

Gunung Awu memiliki potensi bahaya berupa erupsi magmatik eksplosif menghasilkan lontaran material pijar atau aliran piroklastik, magmatik efusif menghasilkan aliran lava, maupun erupsi freatik yang didominasi uap, gas maupun material erupsi sebelumnya.

"Potensi pembongkaran kubah lava dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan," kata Hendra.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa potensi bahaya lain berupa emisi gas gunung api seperti CO, CO2, H2S, N2 dan CH4. Gas-gas tersebut dapat membahayakan jiwa jika konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.

Masyarakat diminta untuk mewaspadai bahaya aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Awu pada musim penghujan.

Berdasarkan pemantauan visual dan instrumental hingga 9 Februari 2024 tingkat aktivitas Gunung Awu masih berada pada Level II atau Waspada sejak 25 Agustus 2022 sampai hari ini.

Dalam tingkat aktivitas Level II tersebut, masyarakat diminta untuk tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak Gununy Awu terkait potensi bahaya gas vulkanik konsentrasi tinggi serta lontaran batuan jika terjadi erupsi freatik yang tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala kenaikan aktivitas yang jelas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.