Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Putin: Barat Tak Mungkin Mengalahkan Russia di Ukraina

📅 Jumat, 09 Feb 2024, 08:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Putin: Barat Tak Mungkin Mengalahkan Russia di Ukraina Doc: AP/TASS NEWS AGENCY POOL PHOTO/SERGEI BOBYLEV
Ket. Presiden Russia Vladimir Putin

WASHINGTON - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam sebuah wawancara yang dirilis Kamis (8/2) dengan jurnalis sayap kanan Amerika yang kontroversial, Tucker Carlson, negara Barat harus memahami bahwa "tidak mungkin" mengalahkan Rusia di Ukraina.

Dalam wawancara dua jam dengan mantan pembawa acara Fox News tersebut , Putin juga mengatakan kesepakatan "dapat dicapai" pada reporter Wall Street Journal Evan Gershkovich yang dipenjara.

"Persyaratan tertentu sedang dibahas melalui saluran layanan khusus," katanya. Ia bersikeras bahwa reporter tersebut adalah mata-mata, sesuatu yang dibantah keras oleh Journal dan pemerintah AS.

Itu adalah wawancara tatap muka pertama Putin yang dilakukan oleh seseorang dari media Barat sejak 2019.

Namun Carlson, yang dekat dengan mantan presiden Donald Trump, tidak banyak mengajukan pertanyaan sulit dan lebih banyak mendengarkan ketika pemimpin Kremlin itu menguliahi pandangannya tentang sejarah Rusia, dan menggambarkan negara itu sebagai korban pengkhianatan Barat.

Putin membela keputusannya menginvasi Ukraina pada Februari 2022. Dia mengatakan Barat sekarang menyadari bahwa Rusia tidak akan dikalahkan, meskipun AS, Eropa, dan NATO membantu Ukraina.

"Sampai saat ini, ada keributan dan teriakan mengenai kekalahan strategis bagi Rusia di medan perang. Namun mereka tampaknya mulai menyadari bahwa hal ini sulit untuk dicapai, jika mungkin, sama sekali. Menurut pendapat saya, hal tersebut sulit untuk dicapai, mustahil menurut definisinya," katanya.

Ia juga menyampaikan pesannya kepada Kongres AS, di mana Partai Republik yang didominasi Trump semakin enggan untuk terus mendukung Ukraina dengan senjata dan bantuan militer lainnya.

"Saya akan memberi tahu Anda apa yang kami katakan mengenai masalah ini dan apa yang kami sampaikan kepada para pemimpin AS. Jika Anda benar-benar ingin berhenti berperang, Anda harus berhenti memasok senjata," katanya.

Ketika ditanya apakah Moskow akan mempertimbangkan menyerang negara-negara lain di kawasan ini - anggota NATO Polandia dan Latvia - atau secara umum di seluruh benua Eropa, Putin mengatakan "tidak mungkin."

"Kami tidak tertarik pada Polandia, Latvia, atau negara lain. Mengapa kami melakukan hal itu? Kami sama sekali tidak tertarik. Itu hanya ancaman," kata Putin.

Perang dengan Polandia, katanya, akan terjadi "hanya dalam satu kasus: jika Polandia menyerang Rusia."

Ketika ditanya tentang kemungkinan perubahan kepemimpinan setelah pemilu AS, di mana Biden diperkirakan akan berhadapan dengan Trump, Putin mengindikasikan ia tidak akan melihat banyak perubahan.

"Anda baru saja bertanya kepada saya apakah pemimpin lain datang dan mengubah sesuatu? Ini bukan tentang pemimpinnya. Ini bukan tentang kepribadian orang tertentu."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

47 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.