Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Imlek, Nelayan Pulau Pecong Batam Jual Ikan Dingkis ke Singapura

📅 Jumat, 09 Feb 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jelang Imlek, Nelayan Pulau Pecong Batam Jual Ikan Dingkis ke Singapura Doc: ANTARA/Jessica
Ket. Seorang penyelam berhasil menangkap ikan dingkis di kelong di Pulau Pecong, Kecamatan Pulau Belakangpadang, Kota Batam, Kepri.

BATAM - Para nelayan di Pulau Pecong, Kecamatan Pulau Belakangpadang, Kota Batam, Kepulauan Riau, menjual ikan dingkis hingga ke Singapura, menjelang Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili/2024 Masehi.

Camat Belakang Padang Yudi Admajianto di Batam, Jumat (9/2) mengatakan Pelabuhan Pulau Belakangpadang menjadi tempat terakhir pengecekan dalam proses ekspor ikan dingkis dari Batam menuju Singapura, dengan melibatkan pihak Imigrasi, Bea Cukai, Karantina Ikan di wilayah setempat.

"Jadi memang selain musim dingkis itu biasanya bermacam ikan, tetapi saat musim dingkis ini itu biasanya yang diekspor rata-rata dingkis," ujar Yudi.

Ia menyebutkan rata-rata setiap hari kapal pengangkut membawa ikan dingkis mencapai 5 ton untuk diekspor ke Singapura.

"Terkhusus di musim dingkis, semua kapal isinya ikan dingkis untuk ke Singapura," kata dia.

Tidak hanya di Pulau Pecong, nelayan ikan dingkis di Pulau Kasu dan Pulau Pemping juga menghasilkan hal serupa.

Menurut Yudi, setiap perayaan Imlek perairan di Pulau Belakangpadang merupakan salah satu sentra terbaik penghasil ikan dingkis.

"Hampir semua orang memasang kelong di tiga pulau tadi. Ini bisa dibilang rezeki tahunan bagi warga, bisa dibilang tradisi panen ikan dingkis," kata dia.

Setiap nelayan bisa menjual ikan dingkis dengan harga Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per kg saat menjelang tahun baru China.

Nelayan ikan dingkis di Pulau Pecong, Toyib menyebutkan ikan dingkis di perairan Belakangpadang hanya bertelur setahun sekali saat menjelang perayaan Imlek, sehingga pada momen itu ikan tersebut memiliki harga jual yang cukup tinggi dari biasanya.

"Saat ini harganya sudah mencapai hingga Rp300 ribu per kilogram. Saya pernah meraup hingga Rp38 juta menjelang momen Imlek untuk ikan dingkis saja. Sedangkan di hari biasa rata-rata Rp25 ribu sampai Rp45 ribu per kilogram," ujar Toyib.

Ia mengatakan dalam sehari, kelong miliknya bisa menghasilkan 5 kg ikan dingkis yang kemudian dibeli oleh pengepul untuk dijual kembali ke daerah-daerah di Kota Batam bahkan ke Singapura.

"Kalau hari biasa tidak banyak yang cari ikan ini, jadi harganya beda jauh dibandingkan saat momen Imlek seperti sekarang," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
Program-program Unggulan Go...
Daerah
Mandi di Pantai Tuturuga Be...
Olahraga
Inter Milan Rekrut Curtis J...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Pemkot Buka Bandung Great Sale 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.