Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ayo Wujudkan Generasi Emas pada Tahun 2045

📅 Rabu, 07 Feb 2024, 20:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Wujudkan Generasi Emas pada Tahun 2045 Doc: ANTARA/HO-IPKB Riau
Ket. Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Bonivasius Prasetya Ichtiarto saat memeberi kuliah umum di kampus UMRI di Pekanbaru.

Pekanbaru - Deputi Pengendalian Penduduk Badan Kependudukandan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),Bonivasius Prasetya Ichtiarto mengatakan pemerintah terus mendorong semua pihak untukberupaya memiliki generasi yang unggul guna mencapai target generasi emas pada tahun 2045.

"Untuk mencapai generasi emas itu, BKKBN mengemban sejumlah tugas untuk memastikan penambahan penduduk yang terkendali dan kualitas penduduk meningkat, mobilitas penduduk terarah dan memiliki data informasi kependudukan," kata Bonivasius saat memberi kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Riau seperti dikutipdalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, Rabu.

Bonivasiusmengatakan jumlah penduduk Indonesia kini mencapai 278,69 juta jiwa dan 70 persen diantaranya adalah usia produktif, dominan generasi Z (gen Z), milenial, dan Gen X.

Mereka tersebar paling banyak di Jawa (56,10 persen), di Sumatera (21,68 persen), di Kalimantan 6,15 persen, Sulawesi 7,36 persen, Bali 5,54 persen, Maluku dan Papua sebanyak 3,17 persen.

"Persebaran penduduk ini bisa merata dengan cara menciptakan peluang pemerataan ekonomi di daerah yang berpenduduk sedikit, sehingga upaya pembangunan di luar Pulau Jawa dan Sumatera diharapkan bisa mendorong perpindahan penduduk dari wilayah padat ke yang sedikit," katanya.

Selain itu, katanya, menciptakan generasi produktif (usia 20-55 tahun) bersamaan dengan meningkatkan kesehatan, kemampuan dan kualitas mereka dengan baik. Sebab, bonus demografi bisa diraih jika kondisi ideal untuk pembangunan dan harus dimanfaatkan untuk kemakmuran.

Para lansia juga harus disiapkan untuk memiliki pendidikan kualitas kesehatan dan pendidikan yang baik, sehingga saat usia tua mereka tidak menjadi beban.

"Keluarga adalah tiang negara, oleh karena itu BKKBN ditugaskan Presiden untuk membangun Kampung Keluarga Berkualitas, sehingga di masyarakat tidak banyak orang yang menikah dini, menekan pengaruh negatif gadgetdan informasi teknologi," katanya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI),Saidul Amin mengatakan bonus demografi itu luar biasa, dengan jumlah penduduk produktif banyak akan memberi pengaruh positif. Contohnya Chinayang efektif memanfaatkan lonjakan penduduk mereka dengan cara mendorong pertumbuhan industri rumah tangga, sehingga banyak produk yang diproduksi dengan skala industri rumah tangga dan mengangkat perekonomian negara.

Kepala BKKBN Perwakilan RiauMardalena Wati Yuliamengatakan peran generasi muda sangat besar dalam mengisi pembangunan, kendati pemuda masih menghadapi banyak masalah, seperti narkoba, seks bebas, stunting, sehingga mahasiswa bisa mengambil peran mencegah stunting dari hulu.

"Mahasiswa setelah lulus kuliah kelak akan menikah, perlu upaya prakonsepsi agar melahirkan anak sehat dan berkualitas, sehingga bun,us demografi yang muncul bisa dihadapi dengan baik yakni melakukan skrining para calon pengantin dan mengisi aplikasi elektronik siap nikah siap hamil (Elsimil)," kataMardalena.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.