Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tingkatkan Pendapatan, UKM Disarankan Gunakan Strategi Multi Platform

📅 Selasa, 06 Feb 2024, 19:59 WIB | Oleh:
Tingkatkan Pendapatan, UKM Disarankan Gunakan Strategi Multi Platform Doc: istimewa
Ket. Chief Marketing Officer Ninja Xpress Andi Djoewarsa, memaparkan pentingnya UKM menggunakan strategi strategi multi- platform dengan memanfaatkan social commerce di Jakarta pada Selasa (6/2). Langkah ini dapat meminimalisasi dampak bisnis apabila salah satu platform sedang menghadapi isu tertentu.

JAKARTA - Berdasarkan riset Suara UKM Negeri Vol 3 oleh Ninja Xpress yang membahas seluk beluk perdagangan sosial (social commerce) di Indonesia menemukan kelompok adanya kelompok yang disebut dengane-shopaholics. Kelompok ini merupakan kelompok pembeli daring (e-shoppers) yang sudah terbiasa dan terus menerus berbelanja daring.

Dalam riset tentang bagaimana masa depan pembelanja daring ataue-shopperdi Indonesia, ditemukan bahwa media sosial adalah mesin pencari masa kini bagi parae-shopaholics. Istilah ini adalah sebutan bagi mereka terbiasa berbelanjamulti-platformyaitu dimarketplaceataupun di media sosial.

Data tersebut juga didukung oleh laporan Bold Moves: Leading Southeast Asia's next wave of consumer growth. Riser ini menemukan bahwa media sosial tidak hanya menjadiplatformberjejaring tetapi juga untuk mencari sebuah informasi sehingga berdampak pada penentuan keputusan seseorang.

Chief Marketing Officer Ninja Xpress Andi Djoewarsa, menjelaskan bahwa era digital adalah era yang dinamis dan transformatif, kerap mengalami perubahan. Pelaku UKM tidak lagi disarankan untuk bergantung kepada salah satu platform belanja atau transaksi daring.

"Strategimulti- platform dapat meminimalisasi dampak bisnis apabila salah satu platform sedang menghadapi isu tertentu. Untuk itu kami juga mendorong pelaku UKM untuk terus mengembangkan potensi bisnisnya dengan mengembangkan situsonlineUKM-nya masing-masing dan memaksimalkan pemanfaatansocial commerceuntuk meningkatkan pendapatan," katanya di Jakarta Selasa (6/2).

Riset tersebut menyatakan audiensocial commercelebih luas darimarketplace. Sebesar48 persen penjual (seller) mengatakan bahwasocial commercedapat menyediakan lebih banyak pelanggan potensial yang dapat ditargetkan.

Karakteristikplatformsosial-pertama (social-first) adalah unsur sosial, seperti dampak dari banyaknya pengikut dan konten buatan UKM, yang dimanfaatkan untuk membangundatabasedari konsumen. Oleh karena itu, UKM mengatakan ada lebih banyak pelanggan potensial yang dapat ditargetkan.

Platforme-commerce-pertama (e-commerce-first),sepertimarketplace,perlu membayar lebih untuk membangun basis penggunanya. Biaya pemasaran yang besar untuk mendatangkan konsumen ini kemudian dibebankan kepada UKM yang berjualan di platform tersebut.

Riset juga menemukan social commercemempermudah UKM menemukan target audien dengan konten yang relevan. Sebesar 37 persen penjual (seller) mengatakan bahwasocial commercemembuka peluang mereka untuk lebih mudah untuk dikenal oleh target audiens yang relevan.

Ketika sebagian besar orang mengunjungiplatformsocial-first, biasanya mereka ingin mencari hiburan. Hal ini menciptakan peluang bagi penjual dalam membuat konten yang kreatif dan relevan dengan merek untuk menarik perhatian pembeli.

Temuan juga menemukan social commerce membantu melakukan diversifikasi sehingga dapat menjangkau lebih banyak pembeli. Sebesar 34 persen dari seller mengatakan bahwa mereka perlu mendiversifikasi kanal penjualan mereka untuk menargetkan audiens yang lebih beragam.

Menurut database Ninja Xpress tentang penjual Social Commerce di Asia Tenggara, 9 dari 10 orang mendirikan toko di Marketplace atau menjalankanbrand.commereka. Hal ini menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan berbagaiplatformuntuk promosi produk dan juga penjualan, para pelaku UKM sebenarnya telah mulai memanfaatkanplatform social commercedalam mendukung transaksi jual beli mereka.

Selain peluang yang hadir dariplatform social commerce, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UKM untuk memaksimalkan pemanfaatan social commerce seperti 50 persen dari seller menyampaikan bahwa mereka masih memiliki kesulitan untuk membuat konten yang efektif, 48 persen dari seller juga mengatakan sulit untuk mengejar algoritmaplatformyang terus berubah.

Founder dari Sneakershoot, Doni mengungkapkan bahwa sebagai penjual alat pembersih sepatu dan juga menyediakan layanan pembersihan sepatu melalui social commerce.Platformini baginya menyediakan peluang baginya untuk dapat membangun komunikasi yang baik dan menjaga kepercayaankonsumen karena misi kami adalah membuat konsumen bahagia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.