AS dan Inggris Serang Houthi untuk Lemahkan Milisi di Yaman
📅 Senin, 05 Feb 2024, 00:18 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPada tanggal 28 Januari, sebuah pesawat tak berawak menghantam sebuah pangkalan di Yordania, menewaskan tiga tentara AS dan melukai lebih dari 40 orang, mendorong Washington menuduh dilakukan oleh pasukan yang bersekutu dengan Teheran.
Pasukan AS dan sekutu di wilayah tersebut telah diserang lebih dari 165 kali sejak pertengahan Oktober, sebagian besar di Irak dan Suriah, namun kematian di Yordania adalah yang pertama akibat tembakan musuh selama periode tersebut.
AS membalas pada hari Jumat dengan serangan terhadap puluhan sasaran di tujuh fasilitas yang terkait dengan Teheran di Irak dan Suriah, namun tidak mengenai wilayah Iran.
Sumber-sumber diplomatik mengatakan, Dewan Keamanan PBB akan bersidang pada hari Senin, setelah Russia menyerukan pertemuan "mengenai ancaman terhadap perdamaian dan keselamatan yang disebabkan oleh serangan AS terhadap Suriah dan Irak".
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun Menteri Luar Negeri Inggris, David Cameron mengatakan, Teheran pada akhirnya bertanggung jawab atas kekerasan tersebut. "Kita perlu mengirimkan sinyal sejelas mungkin kepada Iran bahwa apa yang mereka lakukan melalui proksi mereka tidak dapat diterima," ungkap dia kepada Sunday Times.
"Anda menciptakan mereka, Anda mendukung mereka, Anda mendanai mereka, Anda memberi mereka senjata. Pada akhirnya Anda akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang mereka lakukan," kata Cameron.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!