Studi: 4 dari 5 Pengguna Vape Alami Masalah Kesehatan
Jumat, 02 Feb 2024, 14:39 WIBVaping sering dianggap sebagai alternatif yang lebih aman daripada merokok.Namun bukan berarti tanpa risiko.
Dilaporkan Newsweek, dalam sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Public Health, hampir 4 dari 5 pengguna rokok elektrik melaporkan mengalami dampak kesehatan yang merugikan dalam waktu enam jam setelah melakukan vaping.Hasilnya menimbulkan kekhawatiran serius.
Pada 2021, 4,5 persen orang dewasa di AS menggunakan rokok elektrik, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.Namun, jumlah ini jauh lebih tinggi di kalangan generasi muda, dengan 10 persen siswa sekolah menengah di AS menggunakan rokok elektrik dalam 30 hari terakhir pada 2023.
Penelitian sebelumnya mengkaitkan penggunaan rokok elektrik dengan potensi risiko penyakit paru-paru, asma, kerusakan pembuluh darah, dan penyakit jantung, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.Namun, informasi yang jelas mengenai potensi dampak buruk rokok elektrik terhadap kesehatan masih kurang.
Dalam studi terbaru, para peneliti dari University of California, San Diego Supercomputer Center, dan California State University mensurvei sampel 4.695 pengguna rokok elektrik saat ini dan mantan pengguna rokok elektrik dengan usia rata-rata 34 tahun.
Survei tersebut mengumpulkan data tentang penggunaan rokok elektrik, pengalaman kesehatan yang merugikan, karakteristik produk, faktor sosiodemografi, dan adanya penyakit penyerta.
Secara total, 78,9 persen responden melaporkan mengalami gangguan kesehatan dalam waktu enam jam setelah menggunakan perangkat vaping. Sakit kepala, kecemasan, dan batuk sebagai efek yang paling sering dilaporkan.Sekitar 1 dari 8 melaporkan jantung berdebar-debar, sementara 1 dari 5 melaporkan detak jantung yang jauh lebih cepat.
Responden keturunan Hispanik melaporkan tingkat dampak buruk yang lebih tinggi, begitu pula mereka yang berpendidikan setidaknya setingkat perguruan tinggi.
Namun, karena sifat penelitiannya, kami tidak mengetahui secara pasti apakah rokok elektrik itu sendiri yang menyebabkan efek ini.Para penulis mengatakan diperlukan lebih banyak penelitian di bidang ini untuk menentukan mekanisme yang mendasari hubungan ini.Meski begitu, penelitian ini penting untuk melihat potensi implikasi samping dari vaping.
"Para profesional kesehatan harus menyadari potensi efek samping ini ketika menilai gejala pasien dan harus menasihati pasien yang menggunakan rokok elektrik untuk mempertimbangkan penghentian atau pengurangan penggunaan rokok elektrik," tulis para penulis.
"Penelitian tambahan harus dilakukan sebagai dasar penerapan pedoman peraturan yang melarang penggunaan produk dengan karakteristik yang meningkatkan risiko kejadian buruk," kata mereka.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Pengguna Vape Patut Waspada, Rokok Elektrik Ini Kini Jadi Media Baru Konsumsi Narkoba dan Psikoaktif
-
Tips Mudik Aman dan Nyaman dengan Motor Listrik dari Pakar Otomotif
-
IHSG Hari Ini Melemah Mengikuti Bursa Asia Seiring Investor Hindari Aset Berisiko
-
Kapolri dan Panglima TNI Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas
-
Plafon KUR pertanian tahun 2026
-
Presiden Jose Jeri Digulingkan
-
Tegas, Kemenhub Berikan Sanksi Bagi Angkutan Barang Langgar SKB
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.