- Home
-
- Luar Negeri
-
- IMF: Pengiriman Kontainer ...
IMF: Pengiriman Kontainer di Laut Merah Turun 30 Persen
Jumat, 02 Feb 2024, 00:02 WIBWASHINGTON - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), pada Rabu (31/1), mengatakan pengiriman kontainer melalui Laut Merah telah menurun hampir sepertiganya pada tahun ini akibat serangan pemberontak Houthi dari Yaman yang masih berlanjut.
"Pengiriman peti kemas telah menurun hampir 30 persen," kata Direktur Departemen Timur Tengah dan Asia Tengah IMF, Jihad Azour, seraya menambahkan penurunan perdagangan semakin cepat pada awal tahun ini.
Dikutip dari Barron, Pentagon pada hari Selasa, menyebutkan kelompok Houthi yang didukung Iran telah melancarkan lebih dari 30 serangan terhadap kapal komersial dan kapal angkatan laut sejak 19 November.
Kelompok pemberontak itu mengatakan serangan itu merupakan bentuk solidaritas terhadap Palestina dan sebagai protes perang Israel- Hamas di Jalur Gaza sejak Oktober.
Platform PortWatch IMF menunjukkan total volume transit melalui Terusan Suez turun 37 persen tahun ini hingga 16 Januari dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kanal ini menghubungkan Laut Merah dengan Laut Mediterania.
Hindari Laut Merah
Menurut International Chamber of Shipping, serangan Houthi telah mendorong beberapa perusahaan pelayaran untuk memutar arah di sekitar Afrika bagian selatan untuk menghindari Laut Merah, rute penting yang biasanya membawa sekitar 12 persen perdagangan global.
"Tingkat ketidakpastian sangat tinggi dan perkembangannya akan menentukan sejauh mana perubahan dan pergeseran pola perdagangan baik dari segi volume maupun keberlanjutan," kata Azour kepada wartawan dalam pengarahan daring.
"Apakah kita berada di ambang perubahan besar dalam jalur perdagangan atau hanya bersifat sementara karena meningkatnya biaya dan memburuknya biaya keamanan?"
AS telah memimpin koalisi untuk melindungi pelayaran Laut Merah, dan berupaya menerapkan tekanan diplomatik dan finansial dengan menetapkan kembali kelompok Houthi sebagai kelompok teroris.
Selama ini, laut Merah sangat penting bagi perdagangan Eropa. Pekan lalu, komisaris perdagangan Uni Eropa mengatakan lalu lintas maritim melalui rute pelayaran Laut Merah telah turun sebesar 22 persen dalam sebulan karena serangan pemberontak.
Uni Eropa (UE) mendorong peluncuran misi angkatan lautnya sendiri di Laut Merah untuk membantu melindungi pelayaran internasional. Negara-negara UE telah memberikan dukungan awal terhadap rencana tersebut dan bertujuan menyelesaikannya melalui pertemuan para menteri luar negeri blok tersebut pada 19 Februari.
AS dan Inggris telah melancarkan serangan berulang kali terhadap kemampuan Houthi di Yaman, namun gerakan yang didukung Iran ini masih mampu menyerang kapal-kapal.
Pengarahan IMF, pada hari Rabu, disampaikan ketika lembaga dana yang berbasis di Washington tersebut merilis revisi prospek ekonomi untuk negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara akibat perang Israel-Hamas.
IMF kini memperkirakan perekonomian di kawasan ini tumbuh sebesar 2,9 persen pada tahun ini, turun setengah poin persentase dari perkiraannya pada bulan Oktober. "Kemerosotan ekonomi di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza yang dilanda perang sangatlah besar," kata Azour.
"Pada tahun 2023, pertumbuhan PDB riil di Gaza dan Tepi Barat diperkirakan turun menjadi sekitar minus enam persen," kata IMF, seraya menambahkan pertumbuhan tersebut mencerminkan penurunan peringkat sebesar sembilan poin persentase dari perkiraan bulan Oktober.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
LA Lakers Menang Tipis 105-104 atas Orlando Magic
-
Ramadan Berkah: UMKM Dodol Betawi di Bekasi Banjir Orderan
-
Jepang akan Gabung Sistem Pertahanan Rudal AS Golden Dome
-
Pemkab Aceh Barat Siapkan Subsidi Ongkos Angkut Stabilkan Harga Beras
-
Buntut Kasus Dokter Magang, Kemenkes Perbaiki Tata Kelola Magang Kedokteran
-
Alokasi Dana Desa Bengkulu 2026 Capai Rp377,08 Miliar
-
Dampak Geopolitik Global, Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Kompak Naik di Bulan Mei
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.