Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kerja Pelatihan Mesti Jadi Budaya di Perusahaan

📅 Rabu, 31 Jan 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Kerja Pelatihan Mesti Jadi Budaya  di Perusahaan Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah dan Mission Director of USAID Indonesia Jeffery P. Cohen, dalam Dialog Nasional untuk Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, di Jakarta, Selasa (30/1).

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengatakan pelatihan mesti menjadi budaya di perusahaan. Hal ini penting untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas tenaga kerja yang berujung pada peningkatan produktivitas usaha.

"Kita menghadapi kondisi di mana pelatihan belum menjadi budaya dalam upaya untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di perusahaan," ujar Ida, dalam Dialog Nasional untuk Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, di Jakarta, Selasa (30/1).

Dia menerangkan, saat ini kurang dari 8 persen perusahaan menawarkan pelatihan formal. Persentase tersebut di bawah rata-rata regional Asia Timur dan Asia Pasifik yang sudah di angka 35 persen.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Menaker, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng United States Agency for International Development (USAID) untuk penguatan pelatihan vokasi. Pada tahun 2023, kerja sama dilakukan bersama UPTP dan UPTD untuk menggelar pelatihan teknis bagi pegawai untuk menjadi fasilitator di empat wilayah yaitu Sumatera Utara, Banten, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

"Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan investasi pelatihan vokasi melalui kemitraan dengan private sector," katanya.

Bonus Demografi

Ida mengungkapkan, tantangan sektor ketenagakerjaan salah satunya adalah mengatasi kesenjangan keterampilan atau skill gap yang berdampak pada produktivitas rendah dan kurangnya inovasi. Hal ini terjadi sebab penuaan populasi, globalisasi, perubahan iklim, dan digitalisasi.

"Ini dapat menimbulkan ketidakpastian secara ekonomi. Bisa jadi biaya hidup semakin tinggi dan yang tentu tidak kita inginkan bisa menimbulkan krisis sosial," jelasnya.

Dia melanjutkan, RI diprediksi akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2030-2035. Pada kondisi tersebut, sekitar 70 persen penduduk berusia produktif, usia antara 15 sampai 64 tahun. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

1.5 jam yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.