Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Asean Dukung Koridor Kemanusiaan untuk Myanmar

📅 Rabu, 31 Jan 2024, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Asean Dukung Koridor Kemanusiaan untuk Myanmar Doc: Kemlu RI
Ket. Pertemuan Menlu Asean l Para menteri luar negeri Asean berfoto bersama saat menghadiri AMM Retreat yang diselenggarakan di bawah keketuaan Laos di Luang Prabang, Senin (29/1). Pada pertemuan ini, para menlu Asean menyatakan dukungan atas upaya Thailand membuat koridor kemanusiaan bagi warga Myanmar yang dilanda perang sipil.

LUANG PRABANG - Para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) pada Senin (29/1) telah menyelesaikan pertemuan dan mendukung upaya Thailand membuat koridor kemanusiaan untuk memberikan bantuan pada masyarakat sipil yang terlantar akibat perang sipil di Myanmar.

Menteri Luar Negeri Laos, Saleumxay Kommasith, yang mengetuai pertemuan di Luang Prabang tersebut menyatakan bahwa Thailand mengajukan rencana koridor kemanusiaan untuk memberikan bantuan dengan aman kepada masyarakat yang terdampak konflik di Myanmar, serta masyarakat yang mengungsi di Thailand.

Pertemuan tingkat menteri yang dimulai Minggu (28/1) tersebut dihadiri oleh seorang pejabat senior pemerintahan militer Myanmar. Junta militer Myanmar sebelumnya ingin mengikutsertakan pejabat yang lebih senior seperti menteri luar negeri mereka dalam pertemuan tingkat menteri, tetapi usulan itu ditolak negara anggota Asean lainnya.

Menjelang tiga tahun sejak kudeta militer di Myanmar menggulingkan pemerintahan yang dipilih secara demokratis, ini adalah kali pertama Myanmar mengirimkan perwakilan mereka ke pertemuan penting Asean. Sebelumnya, sejak 21 Oktober 2021, negara anggota Asean lainnya hanya memperbolehkan Myanmar untuk mengirim perwakilan nonpolitik.

Menlu Saleumxay menyatakan bahwa menteri luar negeri lainnya menyambut kedatangan pejabat senior Myanmar dalam pertemuan tersebut.

"Kami yakin semakin banyak interaksi kami dengan Myanmar, semakin banyak pula rasa pengertian kami terhadap Myanmar dan negara anggota Asean lainnya serta komunitas internasional," ucap dia.

Kesediaan Laos

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, perwakilan Myanmar menyatakan pada menteri luar negeri lainnya bahwa pemerintah militer Myanmar mengerti akan kekhawatiran Asean terhadap situasi di Myanmar, dan menambahkan bahwa mereka berusaha untuk menyelesaikan konflik melalui diskusi gencatan senjata dengan pasukan oposisi.

Pemerintah militer Myanmar menindak keras protes atas kudeta 1 Februari 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil di bawah kepemimpinan Aung San Suu Kyi. Sejak Oktober 2023 lalu, pertarungan militer Myanmar melawan kelompok etnis yang menentang rezim militer dan pasukan pro-demokrasi semakin sengit.

Sebagai ketua Asean tahun ini, Laos bersedia untuk berinteraksi dengan pemerintah militer Myanmar.

Menteri Luar Negeri Thailand, Parnpree Bahiddha-Nukara, menyatakan pada wartawan bahwa pemberian bantuan dari Thailand akan dimulai akhir Februari setelah junta Myanmar dan pemerintah Thailand menentukan wilayah koridor yang menghubungkan Myanmar dan Thailand.

Parnpree menambahkan bahwa organisasi bantuan kemanusiaan Asean akan mengawasi misi koridor kemanusiaan tersebut.Ant/Kyodo/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

17 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.