Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kehilangan Arah Atasi Inflasi Pangan

📅 Senin, 29 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Kehilangan Arah Atasi Inflasi Pangan Doc: Sumber: BPS – Litbang KJ/and - KORAN JAKARTA/ONES
Ket. BAGONG SUYANTO Guru Besar Ilmu Sosiologi, Universitas Airlangga - Masyarakat desa harus memperoleh perlakuan yang adil dalam penghargaan komoditas yang dihasilkan dan perolehan fasilitas yang layak.

» Pemerintah harus membangun secara merata dengan mendorong aktivitas ekonomi di desa agar perputaran uang tumbuh.

» Penggunaan teknologi pertanian secara masif membuat sektor pertanian lebih efisien dan lebih produktif.

JAKARTA - Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bukan solusi tepat untuk mengatasi ancaman inflasi pangan dan kemiskinan, tetapi hanya solusi temporer yang justru memicu lonjakan impor beras karena cadangan tidak diperkuat dari produksi dalam negeri, tapi melalui impor.

Guru Besar Ilmu Sosiologi, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Bagong Suyanto, yang diminta pendapatnya dari Jakarta, Minggu (28/1), mengatakan pemerintah harus mengutamakan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dari produksi dalam negeri dibandingkan impor jika ingin sungguh-sungguh melakukan pemerataan pembangunan.

"Pemerintah harus melakukan pembangunan yang merata dengan mendorong aktivitas ekonomi di desa agar perputaran uang berkembang. Masyarakat desa harus memperoleh perlakuan yang adil dalam penghargaan komoditas yang dihasilkan dan perolehan fasilitas yang layak," kata Bagong.

Petani, kata Bagong, jangan sampai taraf hidupnya semakin susah dan melarat karena harga komoditas nonpertanian lebih tinggi. Kalau masyarakat desa maju dan sejahtera, daya beli keseluruhan masyarakat akan meningkat.

Dengan demikian, secara tidak langsung produk-produk yang dihasilkan golongan menengah atas, baik barang dan jasa, akan terserap sehingga dampaknya ekonominya juga ke atas, jadi kesejahteraan untuk semua kalangan.

Diminta terpisah, ekonom Celios, Nailul Nuda, menegaskan yang penting adalah sumber CBP harus lebih banyak dipenuhi dengan menyerap hasil produksi petani dalam negeri sehingga fungsi kesejahteraan petani juga berjalan.

"Saat ini, pemerintah seperti kehilangan arah dalam pemenuhan CBP. Bulog yang diberi tugas selama tahun 2022-2023 gagal menyerap beras dari petani secara optimal," tegas Huda

Akibatnya, stok beras menipis, harga tidak dapat dikendalikan, dan pemerintah tidak punya kekuatan intervensi yang cukup. Pada akhirnya impor lagi dan impor lagi. "Ini yang harus kita kritik, CBP harus melalui pengadaan beras dalam negeri agar fungsi-fungsi CBP bisa berjalan dengan optimal" tandas Huda.

Bergantung Negara Lain

Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, sepakat kalau solusi hanya dilakukan pemerintah dengan mengimpor beras, hal itu berarti ketahanan pangan Indonesia bergantung pada negara lain sehingga itu hanya solusi temporary dan tidak sustain.

"Kondisi demikian sangat rentan. Kalau kondisi geopolitik sedang konflik dan iklim tidak mendukung maka Indonesia akan rentan kelaparan," kata Esther.

Indonesia, jelasnya, harus berdikari pangan, paling tidak produksi beras Indonesia mampu mencapai kebutuhan masyarakat Indonesia, mengingat masalah pangan ini masalah ketahanan negara juga dan sangat krusial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.