Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Permasalahan dalam Kandungan Akibatkan Gangguan Mental pada Anak

📅 Jumat, 26 Jan 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Permasalahan dalam Kandungan Akibatkan Gangguan Mental pada Anak Doc: ISTIMEWA

SINGAPURA - Sebuah temuan studi terbaru menyebutkan bahwa anak-anak yang pernah mengalami masalah saat masih dalam kandungan, seperti persoalan mental dan fisik yang dialami ibu mereka selama kehamilan, menunjukkan pola perkembangan otak yang lebih cepat, kemungkinan besar agar dapat bertahan dalam keadaan sulit itu.

Menurut hasil studi baru yang dipimpin oleh Agency for Science, Technology and Research (A*Star) ini, kondisi yang disebut dengan kematangan dini ini dapat memperpendek periode jendela neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk berubah, yang dibutuhkan anak-anak untuk belajar, dan karenanya menyebabkan peningkatan risiko gangguan kognitif dan gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Dikutip dari The Straits Times, Rabu (24/1), neuroplastisitas adalah kemampuan otak untuk mengatur ulang dirinya untuk belajar, pulih dari cedera, dan menyesuaikan diri dengan pengalaman baru. Pada anak usia dini, otak biasanya lebih mudah beradaptasi. Neuroplastisitas yang rendah dikaitkan dengan regulasi emosi yang buruk, agresi, perilaku pengambilan risiko, dan keterampilan fungsi eksekutif yang buruk seperti organisasi.

Perkembangan Otak

Studi yang terbit bulan Januari ini menyebutkan berdasarkan sampel penelitian yang mewakili, sekitar 10 persen penduduk Singapura terpapar pada tingkat kesulitan hidup awal yang tinggi.

Kesulitan hidup awal diukur dalam penelitian ini berdasarkan kesehatan mental dan fisik ibu yang buruk, dengan faktor-faktor seperti hipertensi dan depresi usai melahirkan, serta merokok, pendapatan rumah tangga yang rendah, dan struktur keluarga. Dari 354 anak yang berpartisipasi dalam penelitian ini, 34 anak mempunyai tingkat paparan kesulitan hidup awal yang tinggi.

Anak-anak yang diteliti adalah mereka yang terdaftar dalam studi Kohort Growing Up in Singapore Towards Healthy Outcomes (Gusto) sejak lahir. Studi Gusto dimulai pada tahun 2008 untuk meneliti bagaimana kondisi kehamilan dan anak usia dini mempengaruhi kesehatan dan perkembangan perempuan dan anak-anak mereka.

Studi Gusto dan studi baru ini merupakan kolaborasi antara Singapore Institute for Clinical Sciences di A*Star, KK Women's and Children's Hospital, National University Health System, dan National University of Singapore.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.