Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nadiem: Bantuan PIP 2024 untuk SMA dan SMK Naik

📅 Jumat, 26 Jan 2024, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nadiem: Bantuan PIP 2024 untuk SMA dan SMK Naik Doc: kemdikbud.go.id
Ket. Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyebutkan besaran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) pada tahun 2024 bagi jenjang SMA dan SMK meningkat dari 1 juta rupiah per orang menjadi 1,8 juta rupiah per orang.

"Peningkatan satuan bantuan yang semula 1 juta rupiah menjadi 1,8 juta rupiah untuk pelajar SMA dan SMK," kata Nadiem dalam keterangan di Jakarta, Selasa (23/1).

Selain menambah besaran bantuan, penerima PIP untuk jenjang SMA dan SMK juga bertambah yaitu sebanyak 567.531 pelajar untuk SMA dan sebanyak 99.104 pelajar untuk SMK.

Secara keseluruhan, penerima bantuan PIP pada tahun 2024 mencapai 18,6 juta pelajar di jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK dengan 450 ribu rupiah untuk SD dan 750 ribu rupiah untuk SMP.

Sementara untuk PIP tahun lalu, hingga 23 November 2023 telah terealisasi keseluruhan atau 100 persen dari target yakni diterima oleh 18.109.119 penerima.

Nadiem memastikan pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program PIP sebagai bagian dari upaya pemerataan hak dan kualitas pendidikan. "Dengan demikian, semua anak Indonesia dapat merasakan manfaat dari program tersebut," ujar Mendikbudristek.

Terkait ketepatan sasaran bantuan PIP, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek, Abdul Kahar, menjelaskan sasaran penerima PIP bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah terverifikasi oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Data DTKS tersebut selanjutnya dipadankan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk mengecek keberadaan pelajar tersebut di sekolah.

Selain itu, sejak 2023 Puslapdik juga telah melakukan pemadanan terhadap Data Pensasaran Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang didapat dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

"Dengan data P3KE diharapkan ketepatan sasaran bantuan PIP menjadi jauh lebih baik karena pada dasarnya data hasil dari BKKBN tersebut basisnya adalah keluarga," kata Kahar. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.