Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinkes DKI Atasi Stunting Lewat Penelusuran hingga Hadirkan Pos Gizi

📅 Jumat, 26 Jan 2024, 08:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinkes DKI Atasi Stunting Lewat Penelusuran hingga Hadirkan Pos Gizi Doc: ANTARA/HO-Humas Ubaya
Ket. Mahasiswa FK Ubaya saat melakukan kampanye stunting untuk anak usia dini melalui food art di kampus setempat, Rabu (24/1/2024).

JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta untuk mengatasi stunting di wilayahnya menempuh upaya penelusuran kasus aktif (active chase finding) hingga menghadirkan pos gizi di setiap kelurahan."Secara intensif kami melakukan berbagai upaya agar bisa dilakukan intervensi sedini mungkin terhadap anak-anak yang terindikasi stunting," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (26/1).

Ani menyebutstunting menjadi salah satu prioritas Pemprov DKI Jakarta untuk diatasi. Hal itu sesuai dengan target jumlah keseluruhan kasus (prevalensi) stunting dari Presiden RI Joko Widodo untuk menekan angka stunting hingga mencapai 14 persen di tahun 2024.

Sepanjang tahun 2023, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melakukan active case finding, yaitu secara aktif menemukan kasus anak-anak bermasalah gizi termasuk stunting.

"Kami jemput bola door to door (dari pintu ke pintu) untuk mengukur status gizi balita," ucap Ani.

Selain itu, penanganan stuntingjuga dilakukan melalui posyandu dengan menyediakan beragam fasilitas untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, salah satunya memeriksakan status gizi dan mendapatkan edukasi.

Berdasarkan data terkumpul hingga November 2023, sebanyak 19,64 persen dari jumlah balita yang stunting berhasil lulus dari stunting setelah dilakukan intervensi.

"Intervensi itu artinya kalau ditemukan kasus, maka segera ditindaklanjuti," tegas Ani.

Indikasi balita bermasalah dengan gizimulai dari berat badan yang tidak bertambah sesuai standar (weight faltering), kekurangan berat badan (underweight), gizi kurang, hinggagizi buruk yang kalau dibiarkan akan menjadi stunting.

Ani menjelaskan intervensi secara spesifik dilakukan melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak di bawah lima tahun (balita) yang bermasalah dengan gizi dengan memberikan makanan kaya protein hewani, seperti telur dan susu.

Berdasarkan penelitian, telur dan susu mengandung asam amino tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak. Menu makanan tambahan disiapkan sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI.

Upaya intervensi tersebut juga dilakukan melalui gerakan Jakarta Beraksi melalui sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, TNI/Polri, pihak swasta, dunia pendidikan, media, hingga masyarakat dalam gerakan Jakarta Beraksi.

Gerakan tersebut mewadahi semua pihak agar bergerak bersama untuk percepatan pengentasan stunting.

"Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Ani.

Peran aktif ini, kata Ani dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk pembiayaan untuk melengkapi anggaran percepatan penurunan stunting yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

GerakanJakarta Beraksihadir hingga tingkat kelurahan berupa pos gizi. Adapun di dalam pos gizi terdapat berbagai kegiatan, seperti pemberian PMT, edukasi terkait tumbuh kembang, balita dengan masalah gizi, pola makan balita, hingga dilakukan evaluasi dari pihak terkait termasuk puskesmas dengan dukungan penuh dari para kader posyandu dan tim penggerak PKKsetempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

22 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.