Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Terobosan Baru, Metode Bayi Tabung Bisa Selamatkan Spesies Badak

📅 Kamis, 25 Jan 2024, 10:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terobosan Baru, Metode Bayi Tabung Bisa Selamatkan Spesies Badak Doc: CNA/iStock/Alberto Carrera
Ket. Dua badak putih di Suaka Badak Khama, Botswana.

BERLIN - Para ilmuwan berhasil melakukan fertilisasi in vitro (fertilisasi in vitro) pertama terhadap badak putih selatan, sebuah terobosan besar yang dapat memberikan harapan dalam upaya menyelamatkan sepupunya, badak putih utara, yang anggota terakhirnya sama-sama berjenis kelamin betina.

Para peneliti dari konsorsium ilmiah Biorescue mengatakan mereka berhasil melakukan kehamilan pertama pada badak dengan menggunakan fertilisasi in vitro.

"Kami mencapai sesuatu yang sebelumnya tidak diyakini mungkin terjadi," kata pemimpin proyek Thomas Hildebrandt pada konferensi pers di Berlin.

Impregnasi badak putih selatan dengan embrio dari spesies yang sama merupakan sebuah "tonggak sejarah" dalam membantu sepupu mereka yang terancam punah di utara, kata Hildebrandt.

Langkah selanjutnya dalam program pemuliaan ambisius ini adalah para ilmuwan akan mencoba melakukan hal tersebut dengan menggunakan embrio badak putih utara sebagai pengganti spesies badak selatan yang berkerabat dekat.

Program reproduksi adalah kesempatan terakhir bagi hewan besar itu untuk bertahan hidup.

Tak satu pun dari badak putih utara yang tersisa - induk Najin dan putrinya Fatu - mampu melahirkan anak badak putih hingga cukup bulan.

Badak jantan terakhir, bernama Sudan, meninggal di Ol Pejeta Conservancy di Kenya pada 2018, di mana Najin dan Fatu hidup di bawah penjagaan 24 jam untuk melindungi mereka dari pemburu liar.

Tim tersebut bertujuan "menghasilkan anak badak putih utara dalam dua hingga dua setengah tahun ke depan", perkiraan Hildebrandt, meskipun prosesnya bisa memakan waktu lebih lama.

Teknologi ini berpotensi menjadi model bagi spesies badak lain yang terancam punah, seperti badak Sumatera yang terancam punah di Asia Tenggara, menurut Hildebrandt.

Badak hanya mempunyai sedikit predator alami namun jumlah mereka telah berkurang akibat perburuan liar sejak tahun 1970-an.

Badak modern telah menjelajahi planet ini selama 26 juta tahun dan diperkirakan lebih dari satu juta badak masih hidup di alam liar pada pertengahan abad ke-19.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.