Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kerja Keras Ini Membuahkan Hasil, Bupati Kubu Raya Akui Keberhasilan Program Guru Penggerak

📅 Minggu, 21 Jan 2024, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kerja Keras Ini Membuahkan Hasil, Bupati Kubu Raya Akui Keberhasilan Program Guru Penggerak Doc: ANTARA/Rendra Oxtora
Ket. Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan M. Ayub menghadiri kegiatan pengukuhan guru penggerak angkatan ke-8 di Sungai Raya, Sabtu (20/1/2024).

Pontianak - Bupati Kubu Raya Kalimantan Barat Muda Mahendrawan menilai keberhasilan program Guru Penggerak telah dirasakan oleh masyarakat di tingkat desa karena murid merasakan suasana yang lebih kreatif dan penuh inisiatif dari para guru penggerak.

"Keberhasilan program tersebut telah diakui dan diapresiasi oleh pemerintah daerah serta masyarakat setempat," kata Muda Mahendrawan saat mengukuhkan Guru Penggerak Kubu Raya angkatan ke-8 di Sungai Raya, Sabtu.

Pada kegiatan pengukuhan tersebut, terdapat sebanyak 10 Guru Penggerak dan 8 Guru Penggerak Rekognisi yang dikukuhkan, sehingga saat ini di Kubu Raya terdapat 143 orang guru penggerak.

"Kubu Raya saat ini menempati peringkat kedua terbanyak di Kalimantan Barat setelah Kota Pontianak," tuturnya.

Bupati Muda menyambut dengan gembira penambahan jumlah Guru Penggerak di wilayahnya, dan mengungkapkan keyakinannya bahwa peningkatan ini akan memberikan akselerasi positif terhadap mutu pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan harapannya agar peningkatan jumlah Guru Penggerak dapat mempercepat transformasi dalam proses pembelajaran.

"Dengan penambahan jumlah Guru Penggerak, kita dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih transformatif. Ini bukan hanya tentang peningkatan demokrasi dalam pembelajaran, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih kreatif dan penuh inisiatif. Proses pembelajaran ini seharusnya memberikan kepemimpinan kepada para murid," kata Muda.

Dia juga menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci sukses dalam pembelajaran, di mana guru perlu menghilangkan rasa ego, bersikap rendah hati, dan membuka ruang untuk kreativitas.

"Kolaborasi inilah yang sangat dibutuhkan saat ini. Bagaimana kita bisa bersama-sama menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan mengakui potensi serta prestasi satu sama lain," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.