Tiongkok Keluhkan Hambatan Perdagangan Global
📅 Kamis, 18 Jan 2024, 00:06 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: istimewa
DAVOS - Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, mengatakan hambatan perdagangan yang "diskriminatif" merupakan ancaman terhadap perekonomian global, namun Amerika Serikat (AS) mempertahankan pembatasannya terhadap teknologi microcip dengan alasan keamanan nasional.
"Langkah-langkah baru yang diskriminatif terhadap perdagangan dan investasi muncul setiap tahun. Hambatan atau gangguan apa pun dapat memperlambat atau menghalangi aliran sumber kehidupan perekonomian dunia," kata Li kepada para elit politik dan bisnis dunia dalam ajangForum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) di Davos, Selasa (16/1).
Li tidak menyebutkan nama negara mana pun, namun Beijing telah berselisih dengan AS dan Uni Eropa (UE) mengenai perdagangan dalam beberapa tahun terakhir, khususnya dalam bidang teknologi tinggi dan energi ramah lingkungan.
Dikutip dari France 24, pernyataan Li muncul ketika konferensi WEF ke-54 yang tengah disibukkan dengan sejumlah risiko global, termasuk perang di Ukraina dan Gaza, perubahan iklim, dan pesatnya peningkatan kecerdasan buatan.
Li berbagi sorotan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, yang menghadiri forum tersebut secara langsung untuk pertama kalinya dalam upaya mempertahankan dukungan militer dari sekutu setelah hampir dua tahun berperang dengan Russia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia berbicara hanya beberapa hari setelah pemilihan presiden yang menegangkan di Taiwan, pulau demokratis yang diklaim Beijing sebagai bagian dari Tiongkok.
Namun pejabat paling senior Tiongkok yang menghadiri forum tersebut sejak tahun 2017 tidak membahas pemilu tersebut dan malah berfokus pada perdagangan, perekonomian negaranya, dan AI.
Ketegangan Berlanjut
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketegangan perdagangan AS-Tiongkok melonjak di bawah kepemimpinan Donald Trump dan terus berlanjut di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden, yang pemerintahannya memperketat pembatasan ekspor microcip ke Tiongkok.
"Saya ingin memperjelas langkah-langkah yang disesuaikan ini bukanlah blokade teknologi," kata Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, secara terpisah di Davos.
Sullivan mengatakan langkah-langkah tersebut tidak bertujuan "membatasi perdagangan dan investasi yang lebih luas" dan malah bertujuan mencegah saingan strategisnya mengeksploitasi teknologi AS "untuk melemahkan keamanan nasional kita".
Sementara itu, UE telah membuka penyelidikan terhadap subsidi mobil listrik Tiongkok.
"Ada banyak contoh di mana ketidakteraturan satu pihak melemahkan rasa saling percaya dengan pihak lain," ungkap Li tanpa menyebutkan nama.
Namun perusahaan-perusahaan AS dan Eropa telah lama mengeluhkan hambatan dalam melakukan bisnis yang setara di Tiongkok.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!