Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada, PVMBG: Dalam Enam Jam Gunung Lewotobi Erupsi 12 kali

📅 Senin, 15 Jan 2024, 06:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waspada, PVMBG: Dalam Enam Jam Gunung Lewotobi Erupsi 12 kali Doc: ANTARA/Mega Tokan
Ket. Dok. Erupsi gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang.

Kupang - Waspada, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pemantau Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitangmencatat dalam waktu enam jam sepanjang Minggu (14/1) gunung itu telah erupsi sebanyak 12 kali.

Petugas Pos Pemantau Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Yosef S Mboro, dalam laporan yang diterima ANTARA di Kupang, Minggu, menyebutkan, 12 kali erupsi tersebut terjadi antarapukul 12.00 hingga 18.00 Wita.

Kolom abu yang ditimbulkannya teramati dengan ketinggian 1.000 hingga 1.500 meter di puncak gunung dengan warna asap kelabu.

"Teramati 12 kali letusan dengan tinggi kolom abu 1.000 hingga 1.500 meter," katanya menambahkan.

Selain itu, berdasarkan pengamatan Pos Pemantau, juga terjadi tiga kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.000 meter mengarah ke Utara dan Timur Laut dari gunung tersebut.

Selain itu juga teramati guguran dengan jarak luncur 1.500 hingga 2.000 meter mengarah ke Timur Laut. Disamping itu juga teramati awan panas guguran ke arah Utara Timur Laut sejauh 1.000 meter.

"Total ada 11 kali guguran terjadi di puncak gunung itu dengan amplitudo 14,8-43,6 milimeter dengan durasi 27 hingga 37 detik," tutur dia.

Berdasarkan tingkat aktivitas, Gunung Api Lewotobi Laki-laki kini berada pada Level IV atau Awas, sehingga pihak PVMBG kemudian mengeluarkan sejumlah rekomendasi.

Beberapa rekomendasi adalah masyarakat di sekitar gunung dan pengunjung serta wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 km dari pusat erupsi gunung tersebut dan sektoral 5 km ke arah Barat Laut - Utara dan Timur Laut.

Selain itu juga jika terjadi erupsi dan hujan abu, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kaca mata).

Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi diimbau juga untuk mewaspadai potensi banjir lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

"Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya," tegas dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.