Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IMF: AI Dapat Menggeser 40% Lapangan Kerja, dan Negara-negara Maju adalah yang Paling Terdampak

📅 Senin, 15 Jan 2024, 14:13 WIB | Oleh:
IMF: AI Dapat Menggeser 40% Lapangan Kerja, dan Negara-negara Maju adalah yang Paling Terdampak Doc: Istimewa
Ket. Pada tahun 2024 sudah terjadi gelombang PHK dari perusahaan teknologi termasuk nama-nama besar seperti Google dan Amazon.

WASHINGTON - Analisis terbaru yang dilakukan oleh Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), pada Senin (15/1) mengatakan bahwa Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat berdampak menggantikan 40 persen lapangan kerja global, dan menjadi pukulan paling berat bagi negara-negara maju. Namun dengan kebijakan yang tepat, negara-negara dapat mengelola dampak AI.

Dikutip dari The Indian Express, namun yang mengejutkan, dampaknya tidak akan dirasakan secara merata di seluruh negara. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa menghadapi dampak yang lebih besar dibandingkan negara-negara berkembang dan negara-negara berpendapatan rendah.

"Dalam sebagian besar skenario, AI kemungkinan akan memperburuk kesenjangan secara keseluruhan, sebuah tren yang meresahkan yang harus diatasi secara proaktif oleh para pembuat kebijakan untuk mencegah teknologi tersebut semakin memicu ketegangan sosial," kata Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, dalam postingan blognya baru-baru ini tentang penelitian tersebut.

Dia memperingatkan bahwa jika AI lebih melengkapi pekerja berpenghasilan tinggi, hal ini dapat memperlebar kesenjangan kekayaan seiring dengan meningkatnya keuntungan modal.

Untuk mengatasi hal ini, Georgieva merekomendasikan negara-negara menerapkan "jaring pengaman sosial yang komprehensif" dan program pelatihan ulang untuk mendukung pekerja yang rentan terhadap pengungsian. Meskipun beberapa pekerjaan dapat sepenuhnya diotomatisasi oleh AI, AI kemungkinan besar akan meningkatkan kemampuan manusia di sebagian besar peran pada awalnya.

Pandangan Georgieva muncul ketika para pemimpin politik dan bisnis bertemu pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos minggu ini, di mana dampak AI menjadi topik hangat.

Lingkungan peraturan untuk AI masih terus berubah secara global. Misalnya, Uni Eropa bulan lalu mencapai kesepakatan tentatif mengenai undang-undang yang mengatur penggunaan teknologi, termasuk penilaian risiko dan aturan transparansi. Sementara itu, AS masih mengevaluasi sikapnya terhadap regulasi AI di tingkat federal.

Dalam berita terkait, pada tahun 2024 sudah terjadi gelombang PHK dari perusahaan teknologi termasuk nama-nama besar seperti Google dan Amazon. Dalam skenario dimana PHK sudah menjadi hal biasa, apakah AI hanya akan memperburuk masalah? Waktu akan berbicara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.