Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jelang Pemilu, Polri Imbau Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan

📅 Minggu, 14 Jan 2024, 08:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jelang Pemilu, Polri Imbau Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Doc: ANTARA/Laily Rahmawaty
Ket. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho.

JAKARTA - Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho mengimbau masyarakat ikut menjaga persatuan dan kesatuan demi terwujudnya Pemilu 2024 yang aman, dan damai.

"Kami sangat berharap dan mengimbau kepada kita semua untuk bisa menahan diri, bahwa hidup rukun dan saling menyayangi adalah bagian dari ajaran nenek moyang kita Bangsa Indonesia untuk selalu bisa bergotong-royong dalam rangka memecahkan semua masalah yang ada di lingkungan kita," kata Sandi di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (13/1).

Jenderal polisi bintang dua itu mengatakan penangkapan pelaku pengancaman terhadap calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menjadi pembelajaran kepada masyarakat untuk menahan diri dalam bermedia sosial, dan saling menjaga persatuan dan kesatuan.

"Mudah-mudahan hal ini bisa memberikan jawaban dan mencerahkan kepada kita semua bahwa Pemilu 2024 sudah di depan mata," katanya.

Untuk itu, lanjut Sandi, seluruh lapisan masyarakat saling menjaga kebersamaan untuk keamanan dan ketertiban serta kedamaian untuk mewujudkan Pemilu sesuai harapan.

"Jadi tidak ada kata lain kalau bukan kebersamaan kita semua untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian serta pemilu yang diharapkan oleh seluruh komponen bangsa yang jujur dan adil tidak akan mungkin terwujud tanpa kebersamaan," katanya.

Kapolri, kata Sandi, dalam setiap kesempatan selalu mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan sebagai kunci utama dalam stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Maka dari itu seringkali bapak Kapolri menyampaikan kepada kita semua bahwa persatuan dan kesatuan adalah kunci untuk penyelenggaraan pemilu bisa terlaksana dengan baik, aman dan damai," ujarnya.

Pengancaman yang dilakukan oleh pemilik akun TikTok @calonistri71600 tidak sesuai dengan norma hidup Bangsa Indonesia yang menjaga kerukunan dan saling mengasihi meski berbeda pandangan, agama dan suku.

"Lebih utama lagi, dengan hidup rukun dan saling mengasihi tadi, itu menjadi potret bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang bijak untuk bisa saling berempati terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi," kata Sandi.

Pelaku pengancaman terhadap Anies Baswedan berinisial AWK (23) telah ditangkap oleh tim Siber Polda Jawa Timur dan Bareskrim Polri di wilayah Jember pada Sabtu (13/1) pukul 09.30 WIB.

Saat ini kasus tengah didalami oleh tim gabungan Direktorat Siber Bareskrim Polri dan Polda Jawa Timur terkait motif dan asal usul pelaku

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...
Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.