Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Naik 2 Persen Setelah AS dan Inggris Menyerang Yaman

📅 Jumat, 12 Jan 2024, 11:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Naik 2 Persen Setelah AS dan Inggris Menyerang Yaman Doc: AFP
Ket. Ilustrasi - Harga minyak mentah naik lebih dari 2 persen pada Jumat (12/1) ketika AS dan Inggris menggempur sasaran militer Houthi di Yaman.

SINGAPURA - Harga minyak mentah naik lebih dari 2 persen pada Jumat (12/1) ketika Amerika Serikat dan Inggris melakukan serangan udara besar-besaran terhadap sasaran militer Houthi di Yaman sebagai pembalasan atas serangan kelompok tersebut terhadap pelayaran di Laut Merah.

Minyak mentah berjangka Brent naik $1,53, atau 2 persen, pada $78,94 per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS diperdagangkan $1,53, atau 2,1 persen lebih tinggi, pada $73,55.

Indeks acuan tersebut menambah kenaikan hampir 1 persen dari hari sebelumnya, memastikan harga berada di jalur kenaikan mingguan kedua berturut-turut.

Serangan AS dan Inggris merupakan salah satu demonstrasi paling dramatis hingga saat ini mengenai meluasnya perang Israel-Hamas di Timur Tengah sejak meletus pada bulan Oktober.Saksi mata di Yaman membenarkan adanya ledakan di seluruh negeri.

Presiden AS Joe Biden mengatakan "serangan yang ditargetkan" adalah pesan yang jelas bahwa Amerika Serikat dan mitranya tidak akan mentolerir serangan terhadap personelnya atau "membiarkan pihak yang bermusuhan membahayakan kebebasan navigasi".

Australia, Bahrain, Kanada, dan Belanda mendukung operasi tersebut, katanya.

Serangan Houthi di Laut Merah telah mengganggu perdagangan internasional di jalur utama antara Eropa dan Asia, yang menyumbang sekitar 15 persen lalu lintas pelayaran dunia.

Sejak Oktober, Houthi telah menyerang kapal-kapal komersial di Laut Merah untuk menunjukkan dukungan terhadap kelompok militan Palestina Hamas dalam perjuangannya melawan Israel.

Raksasa pelayaran Maersk mengatakan pada Kamis, pihaknya akan mengalihkan semua kapal menjauh dari Laut Merah di masa mendatang, memperingatkan pelanggan akan gangguan lebih lanjut.

Serangan yang dipimpin AS juga terjadi setelah Iran pada Kamis menyita sebuah kapal tanker berisi minyak mentah Irak yang ditujukan ke Turki sebagai pembalasan atas penyitaan kapal yang sama dan minyaknya oleh Amerika Serikat pada tahun lalu.Gedung Putih mengutuk penyitaan tersebut.

Serangan Houthi terkonsentrasi di Selat Bab al-Mandab di barat daya Semenanjung Arab.Penyitaan Iran terjadi di dekat Selat Hormuz antara Oman dan Iran, yang menurut para analis merupakan kekhawatiran utama.

"Teluk Oman terletak sangat dekat dengan Selat Hormuz, yang merupakan titik penting bagi aliran minyak. Lebih dari 20 juta barel/hari minyak bergerak melalui Selat Hormuz, yang setara dengan sekitar 20 persen konsumsi global," ING kata analis dalam sebuah catatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.