Wapres: Pemimpin Harus Negarawan yang Paham Persoalan Kebangsaan
📅 Kamis, 11 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Semua ditabrak demi berkuasa. Risikonya tentu chaos sosial. Pidato Wapres menyejukkan kita semua, itu statemen paling penting di masa menjelang pemilu ini," tandas Widihasto.
Sementara itu, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Bina Nusantara (Binus) Malang, Frederik M. Gasa, mengatakan apa yang disampaikan Wapres menunjukkan ciri kenegarawanan sejati adalah sesuatu hal yang mutlak adanya.
Presiden dan Wakil Presiden, katanya, adalah tanda bahwa mereka adalah wajah dan representasi negara Indonesia. "Beban dan tanggung jawab moral yang diamanatkan kepada keduanya sungguh tidak main-main. Indonesia yang beragam suku, agama, budaya, dan golongan harus mampu terepresentasi melalui pemimpin tertingginya," ungkapnya.
Persoalan yang begitu kompleks sebagai konsekuensi dari keberagaman tadi, menuntut pemimpin negara memiliki strategi jitu yang tepat dan efektif. Memimpin negara yang besar tidak hanya sekadar berlandaskan ambisi yang besar, tapi harus visioner juga.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Butuh keberanian dan gagasan yang besar untuk melahirkan program-program kerja nyata dan berdampak positif bagi masyarakat Indonesia," paparnya.
Pemimpin yang terpilih harus mampu menguraikan berbagai persoalan yang selama ini kerap mewarnai berbagai sendi kehidupan masyarakat. "Ia tidak lagi menjadi simbol dan wajah partai dan golongan tertentu, tetapi menjadi wajah bangsa Indonesia menyelesaikan masalah kemiskinan dan ketimpangan di Tanah Air," tegasnya.
Kontestasi pemilu hanyalah sebuah proses yang sejatinya dapat melahirkan pemimpin yang hebat. Jangan sampai, kontestasi musiman ini malah menambah masalah karena keterbelahan yang ditimbulkannya di akar rumput.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!