Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wapres: Pemimpin Harus Negarawan yang Paham Persoalan Kebangsaan

📅 Kamis, 11 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Wapres: Pemimpin Harus Negarawan yang Paham Persoalan Kebangsaan Doc: KORAN JAKARTA/M FACHRI
Ket. PERINGATAN HUT KE-51 PDI PERJUANGAN I Ketua Umum DPP PDI Perjuangan yang juga Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri memberikan potongan tumpeng kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin disaksikan Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo, Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid saat peringatan HUT ke-51 PDI Perjuangan di Sekolah Partai di Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (10/1). Peringatan tersebut bertemakan Satyam Eva Jayate, Kebenaran Pasti Menang.

» Pidato Wapres jadi bahan perenungan untuk merefleksi kondisi negara saat ini yang mengalami tren defisit kenegarawanan.

» Butuh keberanian dan gagasan besar untuk melahirkan program kerja nyata dan berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menekankan pemimpin terpilih dalam Pilpres 2024 harus merupakan sosok negarawan yang mengerti dan paham persoalan kebangsaan. Selain itu, juga harus visioner agar mampu memimpin seluruh komponen bangsa agar Indonesia menjadi negara maju, sejahtera, dan disegani dunia.

Wapres dalam sambutannya pada acara HUT Ke-51 PDI Perjuangan di Jakarta, Rabu (10/1), mengatakan rakyat Indonesia berhak mendapatkan gagasan-gagasan kebangsaan dan program kemajuan bangsa di tengah-tengah tantangan dunia yang tidak mudah saat ini.

Ma'ruf sependapat bahwa kesejahteraan akan bisa dicapai jika bangsa Indonesia bisa mengentaskan kemiskinan yang selama ini menjadi masalah rakyat.

"Pemilu 2024 akan menjadi tonggak penting yang akan mengantarkan kita pada Indonesia Emas 2045," kata Wapres.

Sebab itu, para peserta pemilu diharapkan dapat turut mewujudkan Pemilu 2024 yang aman, damai, dan berkualitas.

Sementara itu, Wakil Rektor Tiga, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, yang diminta pendapatnya, mengatakan pesan Wapres tersebut relevan dan kontekstual dengan kebutuhan negara saat ini. Oleh karena itu akan menjadi bahan perenungan untuk merefleksi kondisi negara saat ini yang mengalami tren defisit kenegarawanan.

"Memang terlalu banyak surplus para petualang dan para broker politik yang bernalar sempit, jangka pendek, dan hanya untuk kelompoknya sendiri," kata Surokim.

Untuk mendorong munculnya negarawan-negarawan baru memang perlu revitalisasi dan diintrodusir munculnya gagagan dan ide-ide maju agar bisa menghadirkan energi positif bangsa, termasuk mendorong negera ini supaya disegani, maju, dan berdaya saing.

Pernyataan Menyejukkan

Secara terpisah, aktivis Kebangsaan Yogyakarta, Widihasto Wasana Putra, mengatakan pidato Wapres Ma'ruf Amin adalah pernyataan menyejukkan di tengah pragmatisme politik paling tinggi di Tanah Air.

"Wapres menekankan bahwa ada persoalan yang lebih esensial dalam politik kita, yakni nilai-nilai kenegarawanan sebagai fundamental bagi semua pelaku politik Tanah Air," kata Widihasto.

Tanpa memegang hal paling esensial yakni menaati semua konstruksi kenapa negara ini didirikan, politik menjadi semata-mata cara untuk berkuasa dan menguasai yang lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.