Investasi Padat Karya Semakin Terbatas
📅 Rabu, 10 Jan 2024, 00:17 WIB | Oleh: Tim RedaksiDia mengatakan di tengah arus digitalisasi dan automasi yang memang masih kencang-kencangnya saat ini, malah kualitas SDM belum siap. Di sisi lain, pemerintah juga belum optimal meningkatkan kualitas SDM untuk menyokong perkembangan digitalisasi.
Sebab itu, tugas utama pemerintah saat ini selain menarik investasi labour intensive sebanyak mungkin, juga meningkatkan kualitas SDM. Hal yang tak kalah pentingnya adalah meningkatkan investasi ekonomi rakyat, terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang lebih banyak menyerap tenaga kerja.
Awan juga menyoroti dalam beberapa kasus justru pemutusan hubungan kerja (PHK) malah dilakukan perusahaan-perusahaan yang berbasis teknologi digital. Kondisi seperti itu tentu akan menjadi ancaman yang harus diantisipasi.
"Bisa jadi efisiensi tersebut karena hyper-kompetisi, teknologinya terdisrupsi, dan perubahan preferensi konsumen yang lebih cepat," ungkap Awan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kompetisi dan behaviour konsumen yang dinamis itu harus direspons dengan cepat oleh perusahaan teknologi digital dengan melakukan inovasi agar tidak ditinggal konsumen. "Mereka harus paham kalau kompetitor itu semakin banyak dan perubahan begitu cepat," pungkas Awan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!