Kisah Gubernur Pertama Jabar yang Digeledah Pejuang di Tasikmalaya
📅 Minggu, 31 Des 2023, 15:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa
JAKARTA - Gubernur pertama Jawa Barat menjadi tokoh penting di dalam sejarah Indonesia. R.M Soetardjo Kartohadikusumo adalah gubernur pertama yang memimpin Jawa Barat.
Sebagai pemimpin, kehidupannya sangat menarik. Namanya bahkan menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah Provinsi Jawa Barat.
Ia pernah mengalami pengalaman yang tidak mengenakkan, yakni digeledah oleh para pejuang republik. Bagaimana itu bisa terjadi?
Gubernur Pertama Jawa Barat
Melansir dari harapanrakyat.com, Gubernur pertama Jawa Barat R.M. Soetardjo Kartohadikusumo memiliki peran utama dalam mengawasi wilayah yang amat luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada banyak cerita hidup R.M. Soetardjo Kartohadikusumo yang menarik, salah satunya saat ia menjabat sebagai gubernur.
Pada saat R.M. Soetardjo Kartohadikusumo hendak pulang dan menengok keluarganya di Tasikmalaya, ia justru mengalami penggeledahan oleh para pejuang.
Peristiwa ini terjadi pada tahun 1945. Saat itu memang sedang berkibar semangat revolusi. Banyak rakyat Indonesia yang mencurigai gerak-gerik aktivitas di jalan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kebetulan, R.M. Soetardjo lewat dan para pejuang langsung menghentikan mobilnya dan bahkan menodong dengan senapan. Pengalaman ini terjadi di daerah Cihaurbeuti (masuk wilayah Kabupaten Ciamis saat ini).
Pemeriksaan yang Menegangkan
Dalam buku "Tjorat-Tjoret dari Djaman ke Djaman" (1660), pasukan gerilya memberhentikan mobil R.M. Sutardjo Kartohadikusumo meski sudah menggunakan kendaraan dinas dengan plat D 1.
Namun, para pejuang tetap ragu dan memastikan bahwa ia bukanlah mata-mata Belanda. Para pejuang lantas menyuruh R.M. Soetardjo turun tanpa ajudan.
Para pejuang memperlakukannya seperti tawanan. Kejadian ini tentu saja membuat R.M. Soetardjo tegang.
Ia terkejut dengan operasi tidak terduga ini. Meski sudah menjelaskan bahwa dirinya gubernur, tetapi mereka masih was-was bahwa dirinya adalah spionase Belanda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!