Kisah Gubernur Pertama Jabar yang Digeledah Pejuang di Tasikmalaya
📅 Minggu, 31 Des 2023, 15:40 WIB | Oleh: Tim PenulisKetika sampai di markas pejuang, R.M. Soetardjo diberhentikan dan mendapatkan penutup mata. Setelah itu, pejuang membawanya ke tempat pusat interogasi mata-mata.
Para penggeledah lantas melepas peci hitam Soetardjo untuk melihat huruf N di atas ubun-ubun. Berdasarkan informasi, konon huruf N di atas ubun-ubun adalah tanda bahwa seseorang mata-mata Belanda.
Risiko Menjadi Gubernur
Setelah lolos dari penggeledahan para pejuang, Soetardjo akhirnya mengatakan bahwa jadi Gubernur di zaman revolusi itu sangatlah berisiko.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika salah langkah dan tidak penuh ikhtiar serta kesabaran yang kuat, maka besar kemungkinan persoalan serupa akan berakhir pada pembunuhan.
Bahkan peristiwa ini sering terjadi di kalangan pejabat publik. Banyak yang terbunuh kombatan revolusi akibat salah sasaran.
Dari dokumen sejarah Berita Tasikmalaya menyebutkan penggeledahan ini membuat Soetardjo sadar bahwa tingkat kesadaran pejuang revolusi sangat tinggi. Ia pun merasa bangga memiliki pasukan laskar yang berisi pemuda pengawal ketat peperangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari kisah Gubernur pertama Jawa Barat ini memperlihatkan bahwa sabar dan tenang menjadi kunci ketika berada di posisi genting dan mengancam. Menghadapi pejuang revolusi yang pada saat itu masih was-was akan tipu daya Belanda tidak mudah, meski untuk gubernur sekalipun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!