Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DK PBB Serukan Penunjukan Utusan Khusus untuk Afghanistan

📅 Sabtu, 30 Des 2023, 12:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
DK PBB Serukan Penunjukan Utusan Khusus untuk Afghanistan Doc: UN/Handout via Xinhua
Ket. Perwakilan memberikan suara mengenai rancangan resolusi dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB di markas besar PBB di New York, pada 29 Desember 2023. Dewan Keamanan pada hari Jumat mengadopsi resolusi untuk mendorong negara-negara anggota PBB dan pemangku kepentingan terkait lainnya untuk mempertimbangkan penilaian independen Afghanistan dan implementasi rekomendasinya.

PBB - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengadopsi resolusi pada Jumat (28/12) yang menyerukan penunjukan utusan khusus untuk Afghanistan untuk meningkatkan keterlibatan PBB dengan negara tersebut dan para pemimpin Taliban.

Hal ini menyusul laporan penilaian independen yang dikeluarkan pada bulan November yang menyerukan keterlibatan yang lebih besar dengan Afghanistan setelah kembalinya kekuasaan Taliban pada Agustus 2021.

Resolusi tersebut meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menunjuk utusan khusus untuk mempromosikan rekomendasi laporan independen tersebut, khususnya mengenai gender dan hak asasi manusia.

Resolusi tersebut diadopsi setelah 13 anggota Dewan Keamanan memberikan suara mendukung, sementara Rusia dan Tiongkok abstain.

"UEA dan Jepang sangat yakin bahwa penilaian independen ini akan menjadi dasar terbaik untuk diskusi ke depan," kata Duta Besar Jepang untuk PBB Yamazaki Kazuyuki menjelang pemungutan suara.

"Resolusi ini menyoroti perlunya meningkatkan keterlibatan internasional dengan cara yang lebih koheren, terkoordinasi dan terstruktur, sebagaimana dinyatakan oleh penilai independen."

Uni Emirat Arab dan Jepang mempunyai tanggung jawab untuk mengangkat situasi di Afghanistan di Dewan Keamanan sebagai pihak yang disebut sebagai "pemegang pena" untuk masalah ini.

Pemerintahan Taliban tidak secara resmi diakui oleh negara atau badan dunia mana pun, dan PBB menyebut pemerintahan tersebut sebagai "otoritas de facto Taliban".

Para pejabat pada awalnya menjanjikan versi yang lebih lunak dari aturan Islam ketat yang menjadi ciri pertama mereka berkuasa pada tahun 1996 hingga 2001, namun pembatasan tersebut secara bertahap diberlakukan kembali - terutama yang berdampak pada perempuan.

Remaja perempuan dilarang bersekolah di sebagian besar sekolah menengah dan perempuan dilarang bersekolah di universitas, sehingga memicu kemarahan dan protes global di beberapa kota di Afghanistan.

Pada November 2022 perempuan dilarang memasuki taman, pasar malam, pusat kebugaran, dan pemandian umum.

"Amerika Serikat sangat mendukung seruan resolusi ini untuk dibentuknya Utusan Khusus PBB untuk Afghanistan. Utusan Khusus akan mempunyai posisi yang baik untuk mengoordinasikan keterlibatan internasional di Afghanistan, termasuk dengan aktor dan pemangku kepentingan politik Afghanistan yang relevan," kata perwakilan AS setelah resolusi diadopsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.