Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Benarkah Merendam Kaki di Air Hangat Bisa Bantu Atasi Migrain?

📅 Jumat, 29 Des 2023, 21:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Benarkah Merendam Kaki di Air Hangat Bisa Bantu Atasi Migrain? Doc: ANTARA/Pexels/Andrea Piacquadio/am

JAKARTA - Sebuah unggahan di laman TikTok pada September lalu mengklaim pengobatan sederhana dengan meredam kaki di air hangat bisa meredakan gejala migrain.

Sebagian ahli kesehatan mengatakan ada kemungkinan merendam kaki dalam air hangat dapat membantu mengurangi gejala migrain, kendati tidak banyak penelitian yang mendukung hal tersebut.

"Mungkin ini berhasil pada sebagian orang. Saya selalu terbuka untuk mendengar pendapat pasien tentang apa yang berhasil bagi mereka," kata Direktur Medis Departemen Neurologi di Michigan State University, Amit Sachdev, MD, seperti disiarkan Health, Kamis (28/12).

Berbeda dari sakit kepala biasa, migrain dapat menyebabkan nyeri berdenyut tingkat sedang hingga parah yang biasanya terkonsentrasi pada satu sisi kepala. Pasien migrain juga mungkin mengalami kepekaan terhadap cahaya dan bau, mual, atau muntah.

Gejala dapat berlangsung hingga 3 hari jika tidak diobati. Oleh karena itu, pasien memerlukan strategi yang berhasil mengobati atau mencegah rasa sakit.

Dalam beberapa kasus, merendam kaki dalam air hangat bisa menjadi solusinya, menurut pakar manajemen nyeri dan Direktur Medis Program Non-Operatif di Spine Health Center, MemorialCare Orange Coast Medical Center, Medhat Mikhael, MD.

Terlepas dari bukti anekdot positif, tidak banyak data yang memastikan tentang merendam kaki di air hangat benar-benar bermanfaat.

Sebuah penelitian kecil pada 2016 menyelidiki pengobatan tersebut. Para peneliti melakukan observasi pada 40 pasien migrain kronis dan membagi mereka menjadi dua kelompok.

Kedua kelompok diberi obat migrain konvensional, namun, satu kelompok juga menerima hidroterapi yang berarti peserta merendam kaki dan lengan mereka di pemandian air panas dan melakukan pijatan es di kepala mereka selama 20 menit setiap hari.

Pada akhir penelitian selama 45 hari, para peneliti menemukan bahwa orang-orang dalam kelompok hidroterapi mengalami lebih sedikit rasa sakit dibandingkan kelompok kontrol. Hasilnya menjanjikan, namun penelitian lebih lanjut perlu dilakukan.

Mengapa pengobatan itu bisa berhasil? Belum sepenuhnya jelas alasan merendam kaki dalam air hangat dapat mengurangi nyeri migrain, namun, para ahli memiliki beberapa hipotesis.

Salah satunya, menurut Mikhael, ketika seseorang memasukkan kakinya ke dalam air hangat, maka itu dapat membantu mengalirkan darah ke kaki dan tungkai bawah sehingga mengurangi serangan migrain,

Namun ada kemungkinan jawaban lain juga. Sinyal saraf mengirimkan rasa sakit, sentuhan, getaran, dan suhu.

Dengan mengaktifkan saraf di sekitarnya, terkadang itu dapat mengurangi jumlah total sinyal nyeri yang mencapai otak dan akibatnya mengurangi nyeri yang dialami pasien, kata Rajneesh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

52 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.