Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Capres-Cawapres Dinilai Belum Paparkan Visi-Misi Konkret Dorong Ekonomi Digital

📅 Selasa, 26 Des 2023, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Capres-Cawapres Dinilai Belum Paparkan Visi-Misi Konkret Dorong Ekonomi Digital Doc: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Ket. Ketua KPU Hasyim Asy'ari (tengah) beserta ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden membacakan Deklarasi Kampanye Pemilu Damai 2024 di kompleks Kantor KPU, Jakarta, Senin (27/11/2023).

Albert Jehoshua Rapha, Universitas Diponegoro dan Rania Teguh, Australian National University

Di tengah glorifikasi potensi ekonomi digital Indonesia, ketiga calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) belum memaparkan visi misi konkret untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sektor tersebut.

Kontribusi produk domestik bruto (PDB) nasional dari ekonomi digital ditargetkan meningkat dari 6,12% pada tahun 2021 menjadi 20,7%, atau mencapai Rp 22.513 miliar pada tahun 2045, berdasarkan pada proyeksi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.

Di saat yang sama, perdagangan elektronik (e-commerce) bertumbuh signifikan, terlihat dari pertumbuhan Gross Merchandise Value (GMV) atau jumlah barang yang terjual di marketplace selama kurun tertentu. GMV nasional meningkat dari US$41 triliun (Rp635 ribu triliun) pada 2019 menjadi US$77 triliun pada 2022, atau hampir 90%.

Indonesia juga merupakan pemain kunci pasar digital di kawasan Asia Tenggara, dan diperkirakan akan terus memimpin pertumbuhan) dengan proyeksi GMV dikperkirakan menyentuh angka US$210-360 trilliun 2030, jauh di atas negara-negara lain di kawasan.

Dengan pertumbuhan yang moncer ini, negara sudah harus bersiap untuk menghadapi semakin ketatnya persaingan pasar digital kita. Apalagi, isu monopoli merupakan masalah yang tak asing di industri ini. Di Indonesia, hal ini juga mulai terlihat dari dikuasainya pasar e-commerce hanya oleh segelintir perusahaan.

Sayangnya, hingga hari ini ketiga kandidat capres-cawapres, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (PaGi), dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD (GaMa), belum secara jelas menjabarkan gagasan mereka mengenai satu hal penting dalam menghadapi perkembangan pesat ini: tata kelola pasar digital.

Apa kata paslon soal ekonomi digital

Ketiga paslon tampaknya menyadari betul pentingnya mengembangkan ekonomi digital tanah air. Visi misi mereka banyak menyertakan gagasan tentang ekonomi digital - meski penjelasan bagaimana mereka akan mengimplementasikan program-programnya masih belum jelas.

Pasangan AMIN, misalnya, menyebutkan akan memperkuat dan meratakan literasi digital di masyarakat dalam dokumen visi misinya, memastikan terpenuhinya infrastruktur dasar seperti telekomunikasi dan infrastruktur digital, serta melakukan digitalisasi desa untuk mendukung industri. Dalam kaitannya dengan ekonomi kreatif, mereka menyebutkan akan mencegah meningkatnya impor produk terkait yang masuk melalui platform digital dan meningkatkan merek Indonesia melalui pembuatan basis data budaya dan kreasi.

Sementara, paslon PaGi tampaknya punya lebih banyak angan-angan terkait ekonomi digital sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Visi misi mereka menitikberatkan industri digital dalam membuka lapangan pekerjaan dan penguatan UMKM, penyaluran pembiayaan perbankan nasional untuk industri ini, serta mendorong pertumbuhan startup berbasis digital. Mereka menjanjikan 1,5%-2% dari PDB dalam lima tahun untuk mendukung sains dan teknologi serta digitalisasi.

Visi digitalisasi dalam UMKM dan perusahaan rintisan juga muncul dalam dokumen visi misi paslon GaMa. Paslon ini memasukkan ekonomi digital sebagai salah satu faktor penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 7%. Mereka juga menjanjikan program beasiswa untuk meningkatkan SDM digital serta literasi aparat negara dan masyarakat. Dokumen visi misi paslon ini juga mengangkat isu soal keamanan data dan regulasi platform di dalam satu tema besar, "Mempercepat Pembangunan Sistem Digital Nasional."

Apa yang luput dari visi misi paslon

Hasil penelusuran dokumen visi misi paslon menunjukkan bahwa ketiga kandidat tak hanya masih abai soal keamanan siber, namun juga masih mengesampingkan urgensi penguatan ekosistem ekonomi digital nasional melalui mekanisme tata kelola pasar digital. Hal ini penting untuk menjamin terciptanya pasar digital yang adil dan terbuka serta juga melindungi hak-hak konsumen dan pengguna.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.