Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pernah Jadi Musuh, Burung Kondor Kini Bisa Memikat Hati Petani di Kolombia

📅 Sabtu, 23 Des 2023, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pernah Jadi Musuh, Burung Kondor Kini Bisa Memikat Hati Petani di Kolombia Doc: AFP/Juan BARRETO
Ket. Pelestarian Kondor | Sejumlah warga berjalan untuk menyaksikan burung kondor di Paramo del Almorzadero dekat Cerrito, wilayah Santander, Kolombia, pada akhir November lalu. Upaya pelestarian burung pemakan bangkai ini sedang digencarkan di Kolombia karena populasinya nyaris punah. 

Beberapa waktu lalu, sekelompok burung kondor terlihat sedang merobek bangkai anak sapi di sebuah puncak gunung Kolombia yang menjulang 4.200 meter di atas permukaan laut.

Makanan mereka adalah persembahan perdamaian dari para peternak lokal yang berupaya meningkatkan hubungan mereka dengan burung pemangsa terbesar di dunia yang kerap dijuluki sebagai Raja Pegunungan Andes.

"Ini adalah burung yang ketika Anda melihatnya terbang sangat indah," kata Diana Bautista, tentang makhluk yang memiliki kerah putih dengan lebar sayap yang bisa mencapai tiga meter dengan ujung bulu seperti jari.

Di Kota Cerrito di wilayah pegunungan timur laut tempat Bautista tinggal, burung kondor tidak selalu dipandang dengan baik. Hingga beberapa tahun yang lalu, penduduk desa meninggalkan bangkai beracun atau menembaki hewan pemakan bangkai tersebut untuk menakut-nakuti karena burung itu dianggap sebagai ancaman terhadap ternak mereka.

Hingga ada sekelompok 19 keluarga yang tinggal di dataran tinggi Andes, ekosistem pegunungan yang unik, pada tahun 2019 membentuk asosiasi ACAMCO untuk melindungi dan meningkatkan apresiasi terhadap burung tersebut.

Kini, warga telah belajar membuat kandang untuk melindungi ternak mereka yang paling rentan, dan platform di pegunungan tempat mereka meninggalkan bangkai untuk raksasa bersayap tersebut.

"Inisiatif komunitas ini bertujuan untuk melindungi dan mempelajari polah burung tersebut yang menarik banyak orang dan juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi wilayah tersebut," kata Andrea Florez dari ACAMCO.

"Kita tidak boleh percaya semua hal buruk yang dikatakan tentang kondor," kata Bautista. "Tidak semua orang cukup beruntung memiliki burung ini di negara mereka dan kita harus menyukainya," imbuh dia.

Kerugian Besar

ACAMCO yang didukung oleh Jaime Duque Foundation adalah sebuah organisasi nirlaba Kolombia, yang membeli hewan lemah atau sakit dari peternak untuk diberikan kepada kondor, guna mempelajari kebiasaan makannya menggunakan kamera pemantau otomatis.

Dulunya kondor hanya memangsa hewan kecil, namun aktivitas manusia telah mengusir mangsa mereka dan kini burung-burung itu menyasar hewan ternak untuk dimangsa, kata Francisco Ciri, ahli biologi dan direktur yayasan konservasi Neotropical.

Burung kondor pegunungan Andes dianggap rentan oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), yang mencantumkan populasi individu dewasanya hanya di atas 6.700 ekor dan jumlah itu akan terus menurun.

Hanya tersisa 60 ekor kondor di Kolombia, menurut sensus nasional tahun 2021 yang dilakukan oleh Neotropical Foundation.

Ancaman utama mereka adalah keracunan yang disengaja oleh manusia, kata IUCN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.