Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Implan Saraf Otak Hidupkan Kembali Kemampuan Kognitif

📅 Jumat, 22 Des 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Model Virtual

Dalam uji coba tersebut, para peneliti merekrut lima partisipan yang mengalami gangguan kognitif lebih dari dua tahun seperti cedera otak traumatis sedang hingga berat. Mereka berusia 22 hingga 60 tahun, dengan cedera yang diderita tiga hingga 18 tahun sebelumnya.

Tantangannya adalah menempatkan perangkat stimulasi di area yang tepat, yang bervariasi dari orang ke orang. Setiap otak pada awalnya memiliki bentuk yang berbeda, dan cedera yang dialami telah menyebabkan modifikasi lebih lanjut. "Itulah sebabnya kami mengembangkan sejumlah alat untuk mendefinisikan area tersebut dengan lebih baik," kata Henderson.

Para peneliti menciptakan model virtual dari masing-masing otak yang memungkinkan mereka menentukan dengan tepat lokasi dan tingkat rangsangan yang akan mengaktifkan inti lateral pusat. Dipandu oleh model ini, Henderson melakukan pembedahan untuk menanamkan perangkat tersebut pada lima peserta.

"Penting untuk menargetkan wilayah tersebut dengan tepat," kata dia. "Jika Anda melenceng beberapa milimeter saja dari target, Anda berada di luar zona efektif," lanjut Henderson.

Setelah fase titrasi selama dua pekan untuk mengoptimalkan stimulasi, para partisipan menghabiskan 90 hari dengan perangkat dihidupkan selama 12 jam sehari. Kemajuan mereka diukur dengan tes standar kecepatan pemrosesan mental, yang disebut tes pembuatan jejak, yang melibatkan menggambar garis yang menghubungkan tumpukan huruf dan angka.

"Ini adalah tes yang sangat sensitif terhadap hal-hal yang kami lihat seperti kemampuan untuk fokus, berkonsentrasi dan membuat rencana, dan melakukan ini dengan cara yang sensitif terhadap waktu," kata Henderson.

Pada akhir masa pengobatan 90 hari, kecepatan peserta dalam tes rata-rata meningkat sebesar 32 persen, jauh melebihi 10 persen yang ditargetkan para peneliti. "Satu-satunya hal yang mengejutkan adalah hal itu berjalan sesuai prediksi kami, dan hal ini tidak selalu terjadi," kata Henderson.

Bagi para partisipan dan keluarganya, kemajuan terlihat jelas dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka melanjutkan aktivitas yang tadinya tampak mustahil seperti membaca buku, menonton acara TV, bermain video game, atau menyelesaikan pekerjaan rumah. Mereka merasa tidak terlalu lelah dan bisa menjalani hari tanpa tidur siang. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.