Berita Gembira, Haul Gus Dur Hadirkan Berkah Bagi Banyak Pelaku UMKM
Minggu, 17 Des 2023, 01:31 WIBJakarta - Berita gembira, penyelenggaraan Haul ke-14 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jakarta Selatan tak hanya menyedot antusiasme masyarakat, tetapi juga menjadi berkah bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di lokasi Haul, Jalan Warungsilah Jakarta Selatan, sejumlah titik disulap menjadi lokasi bazar untuk pelaku UMKM. Mereka menjajakan berbagai macam usahanya, seperti makanan, minuman, fesyen, hingga asesoris.
Salah satu pelaku UMKM yang kecipratan rezeki, yakni Aryo Panangsang (49). Pria asal Sukabumi, Jawa Barat tersebut menjajakan peci. Ia merupakan pedagang yang datang dari satu acara ke acara lain.
Ia mengatakan Haul Gus Dur membawa berkah. Aryo mengaku sukses menjual dagangannya hingga puluhan kodi peci. Biasanya, ia hanya mampu menjual hanya beberapa kodi saja.
"Alhamdulillah pulang ga akan seberat pas pergi. Pecinya laku," kata dia saat ditemui di halaman bazar.
Senada dengan Aryo, Aji (52) juga mengalami hal serupa. Ia bersama istrinya menjajakan cemilan seperti sosis bakar, jagung keju, hingga cemilan lainnya.
Pria asli warga Ciganjur tersebut mengatakan, Haul Gus Dur selalu memberikan rezeki. Menurut dia, para pedagang yang menjajakan usahanya di sekitar lokasi, tidak dipungut biaya sepeserpun.
Mereka hanya perlu berkomunikasi dengan panitia untuk mendapatkan tempat berjualan.
Sehari-harinya ia berdagang di dekat sekolah menengah pertama (SMP). Haul Gus Dur ini, kata dia, bertepatan dengan masa libur sekolah anak-anak, maka dengan adanya Haul menambah nafas panjang dia untuk membuat dapur tetap berasap.
"Saya tiap tahun selalu berdagang. Biasanya hanya laku puluhan. Sekarang alhamdulillah ratusan bisa," kata dia.
Keramaian tak hanya terjadi di dalam komplek acara, para pedagang di luar pun kecipratan hal yang sama. Terlihat, tempat-tempat makanan dipenuhi masyarakat yang datang ke Haul Gus Dur.
Ketua Panitia Haul ke-14 Gus Dur, Inaya Wulandari Wahid, ingin agar peringatan wafatnya Presiden ke-4 Indonesia ini tak sebatas ritual keagamaan semata, tetapi menjadi peristiwa budaya.
"Haul Gus Dur ini bagian dari wujud kreativitas, budaya, dan gagasan yang dipikirkan oleh Gus Dur. Di mana tidak sekadar menjadi ritual keagamaan yaitu upacara peringatan kematian seseorang. Tetapi menjadi peristiwa budaya," ujar InayaWulandari.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tutup Celah Shadow AI, Saviynt Luncurkan Solusi Keamanan Identitas Pertama untuk Agen AI Otonom
-
UMKM Dibina untuk Makin Mandiri
-
Pertemuan G7 Akan Bahas Dampak Perang Timur Tengah
-
Film “Dilan ITB 1997” Rilis Teaser
-
Netflix Konfirmasi Sekuel Film Serial "Peaky Blinders"
-
ASDP Ambon Operasikan Kapal 24 Jam pada H+7 Lebaran
-
Pemprov Kaltim Jamin Tak Ada PHK pada 11.881 PPPK, meski Ada Efisiensi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.