Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ADB: Komitmen Pemerintah Indonesia Kuat Terhadap Transisi Energi

📅 Jumat, 15 Des 2023, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
ADB: Komitmen Pemerintah Indonesia Kuat Terhadap Transisi Energi Doc: ANTARA/Shofi Ayudiana
Ket. Direktur Asian Development Bank (ADB) untuk Indonesia Jiro Tominaga dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (14/12/2023).

JAKARTA - Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB)menilai transisienergi menuju energi terbarukan di Indonesia mulai mendapatkan perhatian, yang didorong oleh komitmen kuat dari pemerintah

Direktur ADB untuk Indonesia Jiro Tominagadalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (14/12), mengatakan fokus Indonesia pada energi terbarukan dan netralitas karbon mendapatkan komitmen dan kepemimpinan yang kuat dari pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Tominaga menanggapi pertanyaan mengenai hasil konferensi iklim COP28, di mana negara-negara setuju untuk mulai mengurangi konsumsi bahan bakar fosil untuk mencegah dampak perubahan iklim paling buruk.

Namun, dia mengakui akan ada banyak tantangan yang dihadapi mengenai bagaimana pemerintah dapat beradaptasi terhadap teknologi dan dinamika pasar yang terus berkembang.

"Ini juga akan menjadi pertanyaan karena kita sekarang berbicara tentang empat tahun ke depan. Teknologi bisa berubah, pasar bisa berubah, bukan?" ujarnya.

Guna mencapai target nol emisi, Indonesia telah merilis peta jalan energi nasional menuju net zero emissions sektor energi Indonesia.

Ada beberapa upaya yang dicanangkan pemerintah untuk mendukung tujuan tersebut, seperti peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, pengurangan energi fosil, pengadaan kendaraan listrik, dan pengembangan teknologi energi bersih baru, seperti hidrogen dan penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS).

ADB -lembaga keuangan internasional yang memberikan pinjaman, jaminan, investasi modal, hibah dan bantuan teknis kepada negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik- telah menandatangani perjanjian kerangka kerja tidak mengikat untuk mendukung penghentian operasional PLTU Cirebon-1, yang seharusnya berakhir pada Juli 2042 dipercepat menjadi Desember 2035.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh ADB, PT PLN, dan PT Cirebon Electric Power (CEP) serta lembaga pengelola investasi Indonesia (INA) di sela-sela COP28 Dubai awal Desember ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

31 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.