Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Akselerasi Pengembangan Ekosistem Hidrogen

📅 Rabu, 13 Des 2023, 09:49 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Akselerasi Pengembangan Ekosistem Hidrogen Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Indonesia bertekad menjadi pemain kunci hidrogen di tingkat regional dan pasar global. Saat ini, pemerintah tengah mendorong pengembangan ekosistem hidrogen yang komperehensif di tanah air.

Rencananya, hidrogen dan amonia tidak hanya akan dimanfaatkan sebagai energi baru, namun juga sebagai penyimpan dan pembawa energi untuk mengoptimalkan pemanfaatan variabel energi terbarukan dan menghubungkan sumber daya dan permintaan energi.

Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andriah Feby Misna mengatakan, PT PLN (Persero) baru saja meluncurkan 21 Pabrik Hidrogen Ramah Lingkungan untuk mengakselerasi ekosistem hidrogen di Indonesia.

Selain itu, terdapat beberapa proyek hidrogen lainnya yang sedang berjalan di Indonesia. Ini termasuk hidrogen hijau dari tenaga surya di Sumba Timur, pabrik hidrogen menggunakan pembangkit listrik tenaga air besar di Kalimantan Utara dan Papua, serta proyek percontohan di Ulubelu yang memanfaatkan kondensat panas bumi.

Dia menekankan inisiatif-inisiatif ini menyoroti upaya Indonesia untuk mengeksplorasi berbagai metode produksi hidrogen yang berkelanjutan. "Kami bermaksud mengembangkan ekosistem hidrogen yang komprehensif, yang tidak hanya mencakup produksi, namun juga penyimpanan, transportasi, dan pemanfaatan," ujar Feby dalam acara Clean Hydrogen and Ammonia Development in Indonesia Seminar yang terselenggara berkat kolaborasi Kementerian ESDM dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Selasa (12/12).

Dengan penggunaan hidrogen dan amonia yang luas terangnya, Indonesia bertujuan untuk menjadi pemain kunci di pasar hidrogen global, dan memposisikan diri sebagai pusat hidrogen regional. Karena lokasi Indonesia yang strategis di dekat salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, Selat Malaka, Indonesia memiliki posisi yang baik untuk mengekspor hidrogen ramah lingkungan ke negara-negara di kawasan Asia-Pasifik dan sekitarnya.

Saat ini hidrogen telah dimanfaatkan di Indonesia pada sektor industri, terutama sebagai bahan baku pupuk. Konsumsi hidrogen di Indonesia saat ini berkisar 1,75 juta ton per tahun, sesuai dengan Laporan IEA tahun 2022, dengan pemanfaatan didominasi oleh urea (88 persen), amonia (4 persen), dan kilang minyak (2 persen).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.